04 September 2014

Juru Parkir Belum Paham Operasikan Alat Meteran Parkir di Jalan Sabang

KOMPAS.com/ADYSTA PRAVITRA RESTUJalan H Agus Salim-Sabang, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi lokasi uji coba meteran parkir yang akan diterapkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai September 2014.

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa juru parkir di Jalan H Agus Salim atau dikenal dengan Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, mengaku sudah mengetahui bahwa sistem meteran parkir akan berlaku di jalan itu pada September ini. 

Namun, mereka belum paham tugasnya kelak dalam mengoperasikan alat teknologi modern itu. Seorang juru parkir, Tohir, mengatakan sudah menerima sosialisasi dari Unit Pengelola Perparkiran DKI atas penyediaan meteran parkir. Ia pun menyetujui bahwa pemasangan alat tersebut lebih dipercepat.
"Saya tahunya September, tetapi nggak tahu tanggal berapanya. Belum dibilangin lagi," kata dia di Jalan Sabang, Kamis (4/9/2014). Menurut dia, hingga kini belum ada penyuluhan mengenai sistem pengoperasian mesin. 

Bahkan, ia hanya mengetahui bahwa akan ada meteran parkir, tanpa paham apakah tugasnya akan berubah atau tetap menjadi juru parkir pada umumnya. Ia hanya menyatakan mendukung penuh program Pemprov DKI itu serta ikut mengamankan dan menjalankan sistem untuk parkir di jalan yang terkenal ramai saat jam pulang kerja itu. 

Juru parkir lain, Neb, mengungkapkan hal senada. Ia berharap agar penerapan meteran parkir sesuai dengan rencana awal, yakni bulan September 2014. "Waktu rapat, bilang (pemasangan) September. Hanya, sekarang sudah masuk bulan September, belum dipasang," kata dia. 

Neb juga belum mengetahui bentuk dan sistem alat meteran parkir tersebut. Ia hanya berusaha menjalankan instruksi dari Unit Pelaksana Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait tugas yang akan ia jalani selanjutnya seusai pemasangan meteran parkir. 

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga mengatakan, juru parkir di Sabang hanya bertugas mengawasi meteran parkir yang akan diujicobakan dalam waktu dekat. 

Tujuannya untuk mengurangi kebocoran pendapatan parkir yang ada selama ini. Juru parkir, kata Sunardi, hanya bertugas mengawasi parkir di jalan tersebut. 

"Gaji mereka di atas UMP (upah minimum provinsi). Bahkan kalau model sekarang, gaji bulanan bisa mencapai dua kali UMP karena ada kebocoran pendapatan parkir. Setahun, mereka bisa dapat ratusan (juta)," kata Sunardi. 

Nantinya, kata Sunardi, gaji juru parkir akan merata dan lebih terarah. Dengan demikian, tidak terjadi lagi transaksi dengan sistem uang tunai. Mereka akan digaji layaknya karyawan pada umumnya. 

Sistem kerja para juru parkir juga akan dibagi ke dalam tiga shiftdengan total delapan jam kerja per shift. Mereka, tambah dia, bertugas menjaga dan mengawasi kawasan itu atau bertindak sebagai penjaga keamanan. 

"Mereka juga ikut awasi penukaran uang logam sama tim penukaran uang. Mereka menjaga semua di kawasan itu agar aman," ucap Sunardi. 

Uji coba yang berlaku tiga bulan itu akan berujung pada pembayaran via kartu debit. Kerja sama ini akan dihimpun dengan enam bank, yakni Bank DKI, BNI, Mandiri, Danamon, BCA, dan BRI.

Perbincangan perihal bank tersebut sudah ada, tetapi masih menunggu jaringan online bank. 

"Ini ada hubungannya dengan jalan investasi, 70 persen buat pihak ketiga (dalam hal ini termasuk swasta) dan 30 persen buat kami (Pemprov DKI)," kata dia. 

Sunardi berharap, sistem ini dapat menjadi pembanding tingkat kebocoran sambil menunggu proses mendorong dokumen unit pelayanan jasa DKI untuk lelang investasi. "Mudah-mudahan tahun ini bisa terlaksana se-DKI," ucap dia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana pengadaan meteran parkir di Jakarta akan teralisasi dalam waktu dekat. Akan tetapi, meski dicanangkan pada bulan September, meteran parkir belum diberlakukan di tempat uji coba, Jalan H Agus Salim-Sabang, Menteng, Jakarta Pusat. 

Menurut Kepala Unit Pelaksana (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga, pihaknya tengah mempersiapkan alat dan barang lain untuk mendukung pemberlakuan meteran parkir. "Lagi disiapkan. Syukur-syukur dalam minggu ini kalau tidak ada halangan bisa kami pasang alatnya di Jalan Sabang," kata Sunardi kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2014). 

Sunardi mengatakan, alat pendeteksi, CCTV, dan peralatan lainnya sedang dirapikan. Sistem pun sedang ditata. Nantinya, 11 alat akan dipasang di Jalan Sabang dengan meletakkan 5 unit di sisi kanan dan 6 unit di sisi kiri jalan. 

Selain itu, lebih kurang enam CCTV akan memantau program Pemprov DKI di jalan itu dengan posisi masing-masing dua unit di tengah dan sisanya di kedua ujung jalan. Sunardi menuturkan, alat akan bekerja sesuai dengan sistem yang telah diatur. 

Awalnya, pengendara mobil datang dan memasukkan nomor polisi kendaraan. Kemudian, alat tersebut akan mengeluarkan struk yang harus ditempelkan di dasbor mobil masing-masing. 

"Karena masih uji coba, kita pakai dahulu uang logam Rp 1.000. Kalau tarif satu jam Rp 5.000, berarti harus memasukkan koin sebanyak 5 buah," kata Sunardi. 

Pengendara pun tak perlu khawatir tidak memiliki uang logam Rp 1.000. Sebab, tim pengawas sistem dan penukaran uang logam akan tersedia di lokasi sehingga pengendara dapat menukarkan uang secara langsung. 

Sebelumnya diberitakan, uji coba meteran parkir akan berlaku di Jalan Sabang, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, selama tiga bulan. Pemberlakuan ini telah diwacanakan akan berjalan mulai September 2014. Tiga bulan tersebut terhitung dari Oktober, November, hingga Desember 2014.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih