JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan raut wajah gugup, M Galih (13), anak yatim dari Margajaya, Bogor Barat, Kota Bogor, memberanikan diri mendekat untuk mencoba menunggang Olanka (14), kuda betina warmblood, di lapangan Unit Rehabilitasi Reproduksi (URR) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (17/7) siang.
Tiga mahasiswa membantu memasangkan rompi dan helm lalu menaikkan Galih ke Olanka, kuda yang kenyang dilatih di Pusat Pendidikan Kavaleri Angkatan Darat di Parongpong, Bandung. Kemudian, Galih menunggang Olanka, kuda equestrian yang cukup berprestasi, mengelilingi lapangan dua kali.
Sebelum turun, Galih diminta oleh mahasiswa menepuk leher Olanka sebagai tanda terima kasih dan sayang.
Selanjutnya, giliran Silhan (12) dan Hasnah (10) yang berkesempatan menunggang Olanka, betina yang dijadikan induk kuda-kuda hebat oleh IPB. Masing-masing berkeliling lapangan dua kali bersama Olanka. Sebelum turun, Silhan dan Hasnah juga menepuk leher Olanka. Si turangga tenang dan mungkin saja gembira.
Galih, Silhan, dan Hasnah termasuk dalam 20 anak yatim dari Margajaya yang berkesempatan mengunjungi URR. Mereka didampingi relawan sosial Margajaya. Di URR, mereka melihat kehidupan kuda, perawatan, aksi ketangkasan, dan menunggangi Olanka, satu dari beberapa kuda yang dibudidayakan IPB.
Kegiatan itu merupakan bagian dari acara ”Santunan Anak Yatim/Dhuafa dari 17 Desa/Kelurahan Lingkar Kampus Dramaga dan Putra/Putri Pegawai IPB”. Sebagian peserta acara berdatangan dan berkumpul di Masijd Al Huriyyah, sedangkan anak-anak dari Margajaya mendapat giliran mengunjungi URR. Setelah berkegiatan di URR, anak-anak Margajaya itu berkumpul di masjid.
Di masjid ada 1.020 anak yatim dan 180 anak pegawai yang diberi santunan berupa uang dan bingkisan berisi perlengkapan ibadah dan mandi. Santunan itu bersumber dari sumbangan sivitas akademika, yakni dosen, pegawai, dan mahasiswa.
Rektor IPB Herry Suhardiyanto mengatakan, program santunan bertujuan menggugah kepedulian sivitas untuk berbagi rezeki pada kaum duafa.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang hadir dalam acara menyampaikan apresiasi bagi IPB yang peduli terhadap kehidupan masyarakat di sekitar Kampus Dramaga.
Muhammad Faris Firdaus (20), mahasiswa FKH, mengatakan, menunggang kuda merupakan hiburan yang langka. Apalagi, harga jual satwa yang terlatih ini amat mahal. Satu anakan dari pasangan tangguh dan juara bisa berharga di atas Rp 100 juta. Bahkan, satu kuda dewasa bisa berharga Rp 1,5 miliar. Belum lagi biaya perawatan, pembuatan kandang, dan pelbagai sarana agar satwa ini dapat bertahan dengan baik. (Ambrosius Harto)
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih