Medan, - Matahari bersinar terik di atas kepala ratusan pendukung Jokowi-JK yang hendak mendengarkan orasi juru kampanye nasional Jokowi-JK, Surya Paloh. Sesekali mereka minta disiram menggunakan air, namun tak ada yang mengalahkan joget India dan musik Rock yang menghibur mereka.
Hal ini tampak di lokasi kampanye Jokowi-JK yang dihadiri oleh Surya Paloh, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Tjahjo Kumolo dan beberapa politisi dari parpol pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut dua itu di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Rabu (25/6/2014).
Setelah politisi yang pintar berorasi itu membakar semangat para simpatisan, muncul 4 penyanyi yang terdiri dari 3 pria dan 1 wanita berkaos putih dengan gambar Jokowi-JK. Mereka membawakan sedikitnya 5 lagu rock yang membuat barisan depan massa menghentakan kepala mereka mengikuti alunan lagu.
Tak lama setelah itu, giliran para penari India yang menghibur simpatisan dan pendukung Jokowi-JK itu. Seorang wanita India dengan kaos dan rok warna merah jambu menari di atas panggung seperti aksi para artis Bollywood. Wanita itu dikelilingi 4 pria India yang juga menari bersamanya.
Walau tak ada tarian 'sembunyi di pohon' atau 'rebutan selendang' khas Bollywood, para simpatisan tetap terhibur. Belum lagi tarian mereka diiringi lagu India yang menggoda pinggul untuk bergoyang.
Terik matahari? Panas dan debu di lapangan? Tampaknya musik rock dan tarian India membuat mereka lupa. Sebelum hiburan ini digelar, Surya Paloh dalam orasinya sempat menyinggung Bhinneka Tunggal Ika.
"Anak Indonesia yang seutuhnya itu dimana kita bersatu dengan semangat menghargai ke-Bhinneka-an kita. Sudah 69 tahun, masih ada yang menggosok kata hati dan mata hati, memperuncing perbedaan suku dan agama. Kita katakan dia belum sesungguhnya menjadi anak Indonesia. Kita doakan hatinya lebih mulia untuk menerima perbedaan," ujar Surya.
Politisi yang dibesarkan di Medan itu juga sempat menyinggung isu yang menuduh presiden pertama Indonesia, Soekarno sebagai pelanggar HAM. Menurutnya hal itu akan menimbulkan perpecahan dan menghancurkan Indonesia.
"Menghina Bapak Proklamator kita dengan mengatakan dia terlibat HAM itu salah! Itu tidak akan memberikan kekuatan baru untuk kita membangun bangsa," ujar Surya.
"Kita perlu otoritas yang amanah agar timbul motivasi baru, agar kemajuan yang lebih hebat bisa kita peroleh," tambahnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih