Saksi berinisial Ma (49), warga sekitar, mengatakan, sebelum maghrib, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersenjata lengkap memasuki lorong menuju rumah terduga teroris tersebut. Warga sekitar mengenal terduga pelaku dengan nama Akbar (28).
"Polisi datang pakai senjata lengkap langsung ke dalam, saya pokoknya sudah ketakutan," kata Ma, Selasa malam.
Menurut dia, jumlah petugas yang melakukan penggerebekan berjumlah belasan orang. Ma mengatakan, Densus hanya mengamankan Akbar.
"Cuma dia aja. Istrinya enggak ada, lagi kerja," ujar Ma.
Pantauan Kompas.com, beberapa jam setelah penangkapan Akbar, warga masih berkumpul di lokasi kejadian. Rumah Akbar tampak gelap gulita tanpa penerangan. Garis polisi telah dipasang di pagar depan rumah terduga pelaku.
"Polisi datang pakai senjata lengkap langsung ke dalam, saya pokoknya sudah ketakutan," kata Ma, Selasa malam.
Menurut dia, jumlah petugas yang melakukan penggerebekan berjumlah belasan orang. Ma mengatakan, Densus hanya mengamankan Akbar.
"Cuma dia aja. Istrinya enggak ada, lagi kerja," ujar Ma.
Pantauan Kompas.com, beberapa jam setelah penangkapan Akbar, warga masih berkumpul di lokasi kejadian. Rumah Akbar tampak gelap gulita tanpa penerangan. Garis polisi telah dipasang di pagar depan rumah terduga pelaku.
JAKARTA, KOMPAS.com — Detasemen Khusus 88 Antiteror mengamankan sejumlah barang bukti dalam penggerebekan di Jalan Dalang, Gang Puna Kawan, RT 11 RW 05, Kelurahan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (24/6/2014). Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan yakni buku jihad, senjata dan pipa paralon.
Ketua RT 11 RW 05, Cecep (44) mengatakan, barang bukti tersebut ditemukan di dalam rumah terduga teroris. "Ada gulungan pipa, senjata, sama buku Tasaud. Ada beberapa buku tabungan dan alat kejut juga," kata Cecep kepada wartawan di lokasi, Selasa malam.
Ia mengatakan, proses penangkapan berlangsung tertutup. Warga hanya menyaksikan dari luar. Setelah beberapa saat, terduga teroris Akbar (28) kemudian digiring oleh tim Densus 88 Antiteror. Ia mengatakan, dirinya diminta petugas menjadi saksi untuk barang bukti yang disita.
"Saya diminta menandatangani menjadi saksi," ujar Cecep.
Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto membenarkan penangkapan ini.
"Telah berlangsung penangkapan seseorang yang diduga teroris di rumahnya atas nama Akbar alias Muri alias Donal oleh Anggota Mabes Polri dari Densus 88 sekitar 12 orang anggota," ujar Rikwanto.
Barang-barang yang diamankan, lanjutnya, selongsong senapan yang sudah dirakit menjadi munisi, laptop dua buah, pipa paralon yang sudah dirakit, buku ajaran jihad dan tasaud, serta senapan angin. Barang bukti, kata Rikwanto, diamankan berserta terduga teroris.
"Selanjutnya pelaku yang diduga teroris beserta barang bukti diamankan Densus 88 Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutupnya.
Ia mengatakan, proses penangkapan berlangsung tertutup. Warga hanya menyaksikan dari luar. Setelah beberapa saat, terduga teroris Akbar (28) kemudian digiring oleh tim Densus 88 Antiteror. Ia mengatakan, dirinya diminta petugas menjadi saksi untuk barang bukti yang disita.
"Saya diminta menandatangani menjadi saksi," ujar Cecep.
Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto membenarkan penangkapan ini.
"Telah berlangsung penangkapan seseorang yang diduga teroris di rumahnya atas nama Akbar alias Muri alias Donal oleh Anggota Mabes Polri dari Densus 88 sekitar 12 orang anggota," ujar Rikwanto.
Barang-barang yang diamankan, lanjutnya, selongsong senapan yang sudah dirakit menjadi munisi, laptop dua buah, pipa paralon yang sudah dirakit, buku ajaran jihad dan tasaud, serta senapan angin. Barang bukti, kata Rikwanto, diamankan berserta terduga teroris.
"Selanjutnya pelaku yang diduga teroris beserta barang bukti diamankan Densus 88 Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutupnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih