Ahok.Org – Selama 20 bulan bekerja di Pemerintah Provinsi (Pemprov), baik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta maupun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai kinerja pejabat eselon DKI amburadul. Bahkan cenderung tak bekerja sama sekali.
“Saya persis 20 bulan di sini (Pemprov DKI, red). Saya secara pribadi saja kaget tidak ada yang membantu sama sekali,” kata Ahok seusai memimpin rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/6).
Pria yang akrab disapa Ahok ini merasa selama menjalani tugasnya sebagai salah satu pemimpin di Provinsi DKI Jakarta, dirinya tidak pernah dibantu oleh para pejabat yang merupakan stafnya. Ahok merasa dia sendirian bekerja keras pagi, siang, dan malam untuk membenahi Kota Jakarta.
Namun, ritme kerjanya yang cepat tersebut tidak dapat diimbangi dengan ritme kinerja para pejabat teras DKI yang dinilainya terlalu lamban.
“Saya merasa kerja pagi hingga malam, staf (pejabat teras, red) tidak ada yang bantuin saya.Enggak ada yang kerjain tugas dan program yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik,” ujarnya.
Hal itu terlihat dari pengerjaan jalan inspeksi di bantaran sungai dan waduk serta normalisasi sungai dan waduk, sumbangan truk angkutan sampah, rumah susun (rusun) dan pengerjaan infrastruktur lainnya, ternyata dikerjakan seluruhnya oleh swasta.
“Coba lihat jalan inspeksi di bantaran sungai dan waduk, segala macam, kamu kira itu dari mana? Semua kewajiban swasta. Pembangunan Rusun di Marunda bisa jadi beberapa puluh blok, itu swasta semua. Jadi kalian kerja apa,” ungkapnya.
Karena itu, dalam rapim tersebut, Ahok memaksa pejabat yang menjadi pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD) segera bekerja lebih cepat mengikuti ritmenya. [Beritasatu.com]
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih