01 April 2014

Prabowo Ditolak Saat Sowan, Ahok: Bu Mega Sedang Mandi

Jakarta - Wagub DKI yang juga politikus Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), rupanya sudah mendengar soal sowan Prabowo Subianto ke rumah Megawati Soekarnoputri yang berakhir dengan penolakan saat lebaran. Ahok juga sudah mendapat penjelasan soal penolakan itu dari Jokowi.

"Saya pernah tanya waktu itu sama Pak Jokowi, waktu itu Bu Mega mandi. Pas dia keluar, Pak Prabowo sudah jalan katanya, makanya salah paham," kata Ahok menjabarkan penjelasan Jokowi. Hal tersebut disampaikan Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2014).

Cerita yang diterima Ahok, eks Danjen Kopassus itu menunggu hanya 15 menit, bukan satu jam seperti yang diungkap oleh Prabowo sendiri. Menurut Ahok, soal penolakan ini hanyalah salah paham. Dia yakin Megawati tak akan menolak kunjungan Prabowo.

"Bu Mega mandi di kamar mandi, di kamar tidur, ada yang berani ngetok nggak?" tanya Ahok retoris.

Ahok menduga salah paham itu yang memicu kerenggangan hubungan Prabowo-Mega. "Mungkin gara-gara kesalahpahaman itu hubungannya jadi renggang," duga eks Bupati Belitung Timur ini.

Prabowo buka-bukaan soal hubungannya dengan Mega. Ketua Dewan Pembina Gerindra itu mengaku sudah berusaha menjalin komunikasi dengan Megawati Soekarnoputri. Prabowo meminta waktu lewat Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, namun tak ada respons. Bahkan saat Prabowo sowan ke Mega pun tak diterima.

"Jadi, terakhir saya berusaha itu waktu Idul Fitri. Saya merasa dulu kan pernah menjadi wakil beliau, walaupun calon wakil presiden di tiket beliau. Saya datang Idul Fitri. Tetapi dilaporkan atau tidak, beliau tidak keluar. Setelah saya menunggu cukup lama, hampir satu jam tidak keluar, saya pulang," kenang Prabowo.

"Setelah itu saya berusaha minta waktu, sampai hari ini saya belum diterima, tidak apa-apa," ujarnya.

Prabowo Sempat Sowan, Mega Menolak


Jakarta - Penetapan Gubernur DKI Jokowi menjadi capres PDIP membuat gerah Prabowo Subianto. Betapa tidak, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah meneken perjanjian bakal mendukungnya di Pilpres 2014. Namun janji tinggal janji.

Bagi Prabowo, tak ada persoalan di antara PDIP dan Gerindra yang membuat perjanjian Batu Tulis itu menjadi tidak patut ditepati. Prabowo mengaku tak pernah berbuat salah dan menodai perjanjian yang diteken di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, itu.

"Saya merasa tidak pernah berbuat sesuatu yang salah. Saya selalu menghormati Ibu Mega. Saya merasa tidak pernah berbuat yang merugikan Ibu Mega atau merugikan PDIP, saya selalu menghormati beliau," kata Prabowo seperti dikutip dari Majalah Detik edisi 122, Selasa (1/4/2014).

Prabowo mengaku sudah berjuang keras memenangkan Mega-Pro di Pilpres 2009 silam. Dana tak sedikit sudah dikeluarkan Prabowo, kabarnya sampai ratusan miliar rupiah.

"Jadi saya merasa kenapa saya tidak diperlakukan dengan baik. Dalam arti, kalau mau berpisah kan bisa dipanggil. Katakanlah 'Mas Bowo, kondisi politik bisa berubah. Saya dapat desakan dari bawah, saya harus mencalonkan orang lain. Mohon pengertiannya," kata mantan Danjen Kopassus ini.

Prabowo mengaku sudah berusaha menjalin komunikasi dengan Megawati Soekarnoputri. Prabowo meminta waktu lewat Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, namun tak ada respons. Bahkan saat Prabowo sowan ke Mega pun tak diterima.

"Jadi, terakhir saya berusaha itu waktu Idul Fitri. Saya merasa dulu kan pernah menjadi wakil beliau, walaupun calon wakil presiden di tiket beliau. Saya datang Idul Fitri. Tetapi dilaporkan atau tidak, beliau tidak keluar. Setelah saya menunggu cukup lama, hampir satu jam tidak keluar, saya pulang," kenang Prabowo.

"Setelah itu saya berusaha minta waktu, sampai hari ini saya belum diterima, tidak apa-apa," ujarnya.

Baca wawancara selengkapnya di Majalah Detik edisi 122 yang terbit 31 Maret 2014.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih