
Jakarta - PDI Perjuangan butuh koalisi untuk memuluskan langkah pencapresan Joko Widodo (Jokowi). Bicara soal koalisi tak bisa dilepaskan dengan hitung-hitungan pembagian jatah kursi di kabinet nantinya bila berhasil menjadi presiden.
Mengenai soal bagi-bagi kursi menteri terkait koalisi nanti, Jokowi menegaskan," Ini sistem presidensial, ya kan. Jadi, yang namanya bagi-bagi kursi, bagi-bagi menteri, itu hanya ada di koalisi parlementar."
Koalisi itu, kata Jokowi, misalnya kalau partai dapat suara 20 persen maka dapat jatah menteri delapan. "Lalu kalau 10 persen ya jatah mu 5 kursi, hitung-hitungannya seperti itu," ujar Gubernur DKI Jakarta ini kepada wartawan di Balai Kota DKI, Kamis (10/4/2014).
Terkait hal tersebut Jokowi kembali menekankan bahwa Indonesia menganut sistem presidensial. "Kita presidensial, kerja sama. Kalau bareng-bareng, ya harus mau kerja sama."
Ditanya bagaimana dengan sistem periode sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta ini balik bertanya," Nah, itu sistem apa? Kita ini menganut sistem apa? Kalau presidensial ya sudah saya sampaikan tadi."
Mengenai soal bagi-bagi kursi menteri terkait koalisi nanti, Jokowi menegaskan," Ini sistem presidensial, ya kan. Jadi, yang namanya bagi-bagi kursi, bagi-bagi menteri, itu hanya ada di koalisi parlementar."
Koalisi itu, kata Jokowi, misalnya kalau partai dapat suara 20 persen maka dapat jatah menteri delapan. "Lalu kalau 10 persen ya jatah mu 5 kursi, hitung-hitungannya seperti itu," ujar Gubernur DKI Jakarta ini kepada wartawan di Balai Kota DKI, Kamis (10/4/2014).
Terkait hal tersebut Jokowi kembali menekankan bahwa Indonesia menganut sistem presidensial. "Kita presidensial, kerja sama. Kalau bareng-bareng, ya harus mau kerja sama."
Ditanya bagaimana dengan sistem periode sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta ini balik bertanya," Nah, itu sistem apa? Kita ini menganut sistem apa? Kalau presidensial ya sudah saya sampaikan tadi."
Jokowi: PKB dan NasDem Segera Merapat
Jakarta - PDIP Perjuangan yang gagal meraup suara di atas 25 persen perlu melakukan koalisi agar aman memajukan Joko Widodo (Jokowi) di pertarungan Pilpres 9 Juli mendatang. Untuk kepentingan itu, PDIP sudah pasang ancang-ancang untuk koalisi.
Capres dari PDIP Jokowi tak menepis bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan merapat ke PDIP. "Nanti sebentar lagi, dengan yang lain lah, kita akan buka semuanya," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Jokowi mengaku belum mengetahui partai lain yang sejalan dengan PDIP. "Ini kan belum bertemu, nanti kalau sudah bertemu sekali-dua kali kan kelihatan," ujar dia.
Ditanya apakah kalau koalisi dengan NasDem bisa memberi keuntungan mengingat NasDem punya media massa, menurut Jokowi tidak. "Ha ha ha. Kita masang iklan tiga hari pun bayar, gimana sih, keuntungan apa?" kata Jokowi yang menilai NasDem secara ideologis juga mirip dengan PDIP yaitu nasionalis.
Adapun dengan PKB, menurut Jokowi, memiliki kedekatan dengan PDIP, termasuk kedekatan personal."Kita nanti bikin jadwalnya, kalau gak besok ya besoknya lagi," ungkap dia.
Sementara itu terkait koordinasi dengan Prabowo, Jokowi mengaku belum ada agendanya karena belum menghubungi untuk membuat jadwal pertemuan.
Capres dari PDIP Jokowi tak menepis bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan merapat ke PDIP. "Nanti sebentar lagi, dengan yang lain lah, kita akan buka semuanya," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Jokowi mengaku belum mengetahui partai lain yang sejalan dengan PDIP. "Ini kan belum bertemu, nanti kalau sudah bertemu sekali-dua kali kan kelihatan," ujar dia.
Ditanya apakah kalau koalisi dengan NasDem bisa memberi keuntungan mengingat NasDem punya media massa, menurut Jokowi tidak. "Ha ha ha. Kita masang iklan tiga hari pun bayar, gimana sih, keuntungan apa?" kata Jokowi yang menilai NasDem secara ideologis juga mirip dengan PDIP yaitu nasionalis.
Adapun dengan PKB, menurut Jokowi, memiliki kedekatan dengan PDIP, termasuk kedekatan personal."Kita nanti bikin jadwalnya, kalau gak besok ya besoknya lagi," ungkap dia.
Sementara itu terkait koordinasi dengan Prabowo, Jokowi mengaku belum ada agendanya karena belum menghubungi untuk membuat jadwal pertemuan.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih