"Ide ini muncul karena setiap akhir pekan saya belanja ke pasar," kata Ahok di hadapan ratusan peserta Rapat Kerja Nasional Kementerian Kesehatan di Hotel Bidakara pada Senin, 31 Maret 2014. "Saya lihat ibu-ibu suka datang siang karena harga sudah murah."
Menurut Ahok, peluang inilah yang mesti dimanfaatkan Dinas Kesehatan. Sebab, kalangan ibu-ibu bisa memanfaatkan waktunya tidak hanya berbelanja tetapi ada interaksi sosial.
Dengan adanya klinik di pasar, masyarakat bisa diajak untuk rutin cek kesehatan. Sekaligus, bisa dijadikan sarana untuk kampanye hidup sehat juga.
"Cek kesehatan itu bagus karena lebih baik mencegah dari pada mengobati," ujarnya. Sayangnya, tidak semua warga bisa mendapatkan akses. Sehingga mantan Bupati Belitung Timur ini berpendapat lebih baik jemput bola.
Selain itu, harga cek kesehatan yang ditawarkan juga lebih terjangkau bahkan gratis. Sehingga masyarakat bisa tahu bagaimana pola hidupnya selama ini.
SYAILENDRA
Juni, Ahok Ubah Puskesmas Jadi Rumah Sakit Tipe D
TEMPO.CO , Jakarta:Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana mengubah puskesmas kecamatan menjadi setara rumah sakit tipe D.Sehingga kualitas pelayanan kesehatannya lebih baik.
"Sebab di tahun 2025 diprediksi terjadi bonus demografi," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin, 31 Maret 2014.
Menurut Ahok, pada kurun waktu tersebut hingga 2035 akan terjadi ledakan usia produktif di Indonesia. Untuk mempersiapkan hal tersebut bisa dimulai dari sektor kesehatan dan pendidikan. Langkah ini dilakukan sekaligus mendukung program sistem jaminan sosial nasional.Sebab, salah satu prioritas dari sistem ini adalah meratanya pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. "Nah kami sudah memulai dengan Kartu Jakarta Sehat yang setelah dilihat banyak penggunanya," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
Konsekwensinya, dia melanjutkan, butuh ruang lebih banyak untuk kelas 3. Tujuannya, agar masyarakat miskin juga terlayani.Sebab asuransi nasional ini hanya menanggung perawatan kelas 3. "Makanya kalau rumah sakit kesulitan menambah ruang kelas 3, puskesmas disulap jadi tipe D," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati mengatakan uji coba akan dilakukan tiga bulan lagi sekitar Juni. "Ada 18 puskesmas kecamatan untuk uji coba," ujarnya. Jumlah puskesmas di DKI Jakarta ada 348 unit, dengan rincian 340 puskesmas kelurahan dan 44 puskesmas kecamatan.
"Sebab di tahun 2025 diprediksi terjadi bonus demografi," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin, 31 Maret 2014.
Menurut Ahok, pada kurun waktu tersebut hingga 2035 akan terjadi ledakan usia produktif di Indonesia. Untuk mempersiapkan hal tersebut bisa dimulai dari sektor kesehatan dan pendidikan. Langkah ini dilakukan sekaligus mendukung program sistem jaminan sosial nasional.Sebab, salah satu prioritas dari sistem ini adalah meratanya pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. "Nah kami sudah memulai dengan Kartu Jakarta Sehat yang setelah dilihat banyak penggunanya," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
Konsekwensinya, dia melanjutkan, butuh ruang lebih banyak untuk kelas 3. Tujuannya, agar masyarakat miskin juga terlayani.Sebab asuransi nasional ini hanya menanggung perawatan kelas 3. "Makanya kalau rumah sakit kesulitan menambah ruang kelas 3, puskesmas disulap jadi tipe D," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati mengatakan uji coba akan dilakukan tiga bulan lagi sekitar Juni. "Ada 18 puskesmas kecamatan untuk uji coba," ujarnya. Jumlah puskesmas di DKI Jakarta ada 348 unit, dengan rincian 340 puskesmas kelurahan dan 44 puskesmas kecamatan.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih