30 March 2014

Terinspirasi Ali Topan, Ahok Akui Gagal Jadi Crosser!

Ahok.Org – Hadir di Otomotif Award 2014 (27/3), Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bercerita banyak tentang masa kecil dan kecintaanya pada dunia otomotif.
Siapa sangka sosok yang tercitra galak dan ceplas ceplos ini ternyata suka off road dan pernah bercita-cita jadi crosser.
“Saya dulu punya impinan, punya garasi untuk 10 mobil di kampung saya, lalu saya taruh jip-jip. Bawa jip masuk hutan, naik pick up kalau bosan tinggal turunin dan naik trail, kayaknya enak. Tapi nasib berbeda,” ungkapnya.
Di usia belasan, pria yang akrab disapa Ahok ini ingin sekali turun balap motocross di kampung halamannya, Belitung.
“Saya juga suka naik motor. Waktu kecil sudah naik enduro DT-100 yang warnanya kuning. Kadang terinspirasi film Ali Topan Anak Jalanan,” kenangnya sambil tersenyum.
“Kalau diterusin, mau ikut balapan. Tapi ada formulir persetujuan orang tua, Ibu saya tidak mau tanda tangan. Tidak jadi crosser saya akhirnya, tapi ya jadi Wagub gak papalah,” kelakarnya disambut tawa riuh undangan yang hadir di OTOMOTIF Award 2014.
Ahok mendapat penghargaan khusus Otomotif Award 2014 di kategori News Maker, hal ini menjadi apresiasi sebagai tokoh pejabat publik yang selalu menjadi sorotan media nasional khususnya di bidang Otomotif. [otomotifnet.com]

“Aku Mau Ikut Test Drive”


Ahok.Org – Saat bertandang ke Balaikota untuk bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki T. Purnama, MM atau akrab disapa Ahok, banyak cerita menarik yang muncul. Perihal obrolan santai terkait hobi hingga omongan serius soal resolusi menghadapiu kemacetan di Jakarta dikupas olehnya.
Suka Coba Mobil
“Aku hobi otomotif, hanya karena jadwal yang sibuk, hampir tak ada waktu menyalurkan hobi, jadi aku bikin garasi (di Belitung Timur) isinya 10 mobil itu cita-cita, saya mau koleksi mudah-mudahan kesampaian. Tekadang di waktu liburan suka ketawa sendiri, liat mobil dari internet suka ngebayangin gimana rasanya nyetir mobil itu atau merasakan nikmatnya duduk sebagai penumpang,” buka Ahok seraya bilang dirinya suka mobil jenis sedan, SUV dan Jip.
Jika ditanya apakah Ahok bisa membeli mobil-mobil kategori mewah, pasti dirinya menjawab bisa, hanya saja masih belum mau mewujudkannya.”Kerja saya berteman dengan orang kaya. Disuruh bawa (dipinjamkan) mobil mewah, ya saya pakai, ya lumayan karena belum bisa bayar pajak mobil-mobilnya. Yang penting sudah pernah nyoba, mulai dari nyetir, duduk di belakang hingga duduk di samping supir…hehehe,” kekeh pria kelahiran Manggar Beltim 29 Juni 1966 ini.
Suami dari Veronica Tan ini ketika ditawari untuk ikut test drive mobil-mobil baru bersama Otomotif langsung menjawab cepat,”Boleh juga tuh idenya nyobain mobil-mobil baru. Kalau ada mobil baru ngetes, aku mau ikut tuh, jadi nanti ngerasain gimana jadi penumpang ataupun bawa sendiri. Ooo Iya, bukan gratifikasi kan ya … hahahaha… Biasanya saya setelah nyobain sudah puas dan enggak ada niat untuk beli….hahahaha,” paparnya seraya ketawa.
Cabut Subsidi BBM
Menyoal populasi kendaraan di Jakarta serta ditambah munculnya mobil Low Cost Car (LCGC). Ahok tegas mengatakan bahwa itu bukan masalah,”Aku sih engga peduli, asalkan BBM subsidi dicabut untuk mobil pribadi, lalu minta orang bayar pajak, beli mobil sekian ratus juta harus ada pajaknya. Untuk urusan ini Pemprov DKI harus kerjasama dengan Dirjen Pajak. Hanya di Indonesia yang seenaknya bisa gonta-ganti mobil”.
Masih menurut Ahok, kontribusi pajak penghasilan pribadi (pph 21) juga dinilai masih rendah. Oleh karenanya Ahok serius untuk membenahi sistem pajak ini.”Bayangkan seluruh Indonesia, yang bayar pajak pribadi cuma Rp 4 triliun, pajak pegawai negeri Rp 90 triliun, kan gila. Berarti banyak orang engga bayar pajak. Karena kita enggak pernah link-kan sistem pungutan pajaknya,” urai Ahok.
Nantinya semua orang yang mampu beli mobil, misalnya Rp 100 juta, tinggal ditafisr saja. Berarti bayar 28 persen Pph dulu.”Kalau enggak mau bayar gue tagih!  Bukan pajak mobil tapi pajak penghasilannya. Beli mobil kredit juga bisa dihitung. Anda nyicil Mobil Rp 5 juta. Pajak penghasilnya? Jadi kita mesti mendudukan situasi yang benar dulu,” sambungnya.
Resolusi Jika Menjadi Gubernur DKI Jakarta?
Skenarionya jikalau Gubernur DKI Jokowi jadi presiden RI maka Ahok secara undang-undang akan menggantikan posisinya. Apa resolusi bapak kalau jadi Gubernur?”Enggak ada pilihan, Anda harus paksa orang masuk ke bus. Semacet apapun busway enggak boleh macet. Pindah ke jalur lancar secara ramai-ramai. Kalau naik mobil pribadi 1 jam, naik busway 15 menit saya yakin banyak yang mau pindah,” ungkap Ahok.
Disadari olehnya presepsi masyarakat selama ini salah,”konsepnya salah, orang menganggap busway itu mengambil jalan umum. Kemudian motor juga masalah itu, melawan arus, melintang hingga ngga pakai helm. Di dalam kota nanti aklan dikasih bus tingkat gratis, jalur tersebut motor tidak boleh masuk. Siapin busnya dulu baru aturan diberlakukan. Jadi anda tinggal duduk manis saja di bus tingkat,” lanjutnya.
Untuk mewujudkannya DKI akan mendatangkan 56 unit bus tingkat baru di dalam kota.”Tahun ini bisa terealisasi, paling telat tahun depan. Kita mau tambah 56 unit bus, penumpang tidak bayar, gratis.[Tabloid Otomotif]

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih