PDI-P DKI Tetap Kawal Program Jakarta Baru
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan terus mengawal program-program Jakarta Baru sekalipun
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo terpilih sebagai calon presiden (capres) dalam pemilihan presiden (pilpres) 2014.
"PDIP akan berada di garda terdepan dalam mewujudkan ibu kota yang bebas kemacetan, bebas banjir, dan ramah lingkungan. Masyarakat juga berhak mendapatkan pendidikan dan kesehatan berkualitas yang gratis," Ujar Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta,Prasetyo Edi Marsudi di Jakarta Pusat, Minggu (30/3).
Menurut Prasetyo, Jakarta harus memiliki tata kelola air yang baik. Selain itu Jakarta juga harus bebas macet.
"Jadi tata kelola angkutan publiknya pun harus modern. Kami akan terus turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan pembangunan," ujar Anggota Komisi B DPRD DKI itu.
Jakarta - Pimpinan Nasional Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menyerukan kepada seluruh anggotanya yang ada di Indonesia untuk tak membuat pernyataan apapun atas keberadaan Gubernur DKI Jakarta, yang juga capres PDI Perjuangan (PDI-P).
Juru Bicara PPI, Ma'mun Murod Albarbasy, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 29/3), menyatakan pimpinan nasional PPI tidak dalam posisi menilai atau mengkritik Jokowi.
"Semua yang menggunakan nama dan atau atribut Anas Urbaningrum dan PPI, tidak diperbolehkan melakukan manuver atau serangan politik untuk mendelegitimasi keberadaan Jokowi. PPI juga belum bersikap soal pencapresan," kata Ma'mun.
Dia melanjutkan, pimpinan pusat PPI memerintahkan kepada segenap pimpinan dan fungsionaris serta kader PPI di semua level kepengurusan, untuk tidak memberikan komentar yang kontraproduktif soal Jokowi.
Kemudian juga yang mengatasnamakan Anas Urbaningrum dan PPI dalam berbagai ragam nama di media sosial atau organisasi, untuk tidak memberikan komentar negatif soal pencapresan Jokowi.
Sikap politik PPI maupun organ-organ yang mengatasnamakan Anas Urbaningrum dalam bentuk apapun, menunggu hasil rapimnas PPI yang akan digelar minggu ketiga bulan April. Hingga keluarnya hasil rapimnas, maka sikap politik PPI masih netral.
"Jika setelah pernyataan sikap ini masih ada pihak atau individu yang melakukan tindakan di luar arahan ini, maka itu di luar koridor PPI dan Anas Urbaningrum," tukas Ma'mun Murod.
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/FAB
Peringatan Earth Hour 2014 di Jakarta Tak Dihadiri Jokowi dan Ahok
Jakarta - Aksi penghematan listrik dengan cara memadamkan lampu dan peralatan elektronik lainnya dalam gerakan Earth Hour 2014 digelar. Secara simbolis, acara Earth Hour 2014 diadakan di Central Park Mal, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (29/3).
Namun sayangnya, gerakan untuk menyelamatkan bumi ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Hal itu terlihat, untuk pertama kalinya, gerakan Earth Hour yang diikuti oleh hampir 1 miliar orang di dunia ini, tidak dihadiri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Padahal, pada tahun 2013 lalu, Jokowi ditunjuk sebagai Duta Earth Hour 2013 dan memimpin langsung pemadaman listrik di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, pada tanggal 24 Maret 2013. Bahkan di era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dalam kegiatan Earth Hour, Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI, Prijanto saat itu, tidak pernah absen menghadiri kegiatan puncak Earth Hour setiap tahunnya.
Creative Development Officer World Wild Fund (WWF) Indonesia Nefa D Firman mengatakan pihaknya telah memberikan undangan kepada Pemprov DKI untuk menghadiri acara puncak kampanye Earth Hour 2014 di Central Park Mal.
WWF juga mengajak Pemprov DKI untuk mematikan lampu di lima ikon Kota Jakarta yaitu Gedung Balai Kota DKI, Monas, Bundaran Hotel Indonesia beserta air mancurnya, Patung Pemuda dan air mancur Arjuna Wiwaha.
“Hari ini, Pak Jokowi maupun Pak Ahok tidak hadir dalam acara puncak Earth Hour. Juga tidak ada perwakilan dari Pemprov DKI untuk bersama-sama merayakan Earth Hour di Jakarta. Kami sudah mengundang mereka kok, dan mendapatkan respon positif,” kata Nefa kepadaberitasatu.com, Sabtu (29/3) malam.
Namun ketidakhadiran Jokowi atau Ahok maupun perwakilan dari Pemprov DKI, tidak menyurutkan langkah WWF Indonesia dan komunitas masyarakat lainnya untuk terus melakukan kampanye Earth Hour karena tahun ini, Pemprov DKI meneruskan komitmen mendukung Earth Hour dengan melakukan pemadaman lampu di lima ikon kota Jakarta. Bahkan, lampu-lampu penerangan jalan umum di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin juga turut dipadamkan.
“Memang secara fisik Jokowi atau Ahok tidak hadir dalam acara ini. tetapi secara kebijakan, beliau berdua mendukung kampanye ini. Terlihat lima ikon tadi dipadamkan listriknya. Selain itu, kampanye Earth Hour di Jakarta tidak dalam bentuk ceremony khusus, melainkan perayaan komunitas saja. Kebetulan acaranya ramai yang digelar WWF dengan Central Park mala mini,” tukasnya.
Penulis: Lenny Tristia Tambun/AF
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih