(Ahok.Org) – Selain masalah banjir dan kemacetan yang masih saja melanda Jakarta, masalah narkoba juga menjadi perhatian khusus Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta warga Ibukota untuk menjauhi bahaya narkoba.
Ahok pun mengimbau agar warga berani melapor ke pihak berwajib bila melihat pengguna narkoba di lingkungan sekitarnya.
“Selain menolak (narkoba), kalian juga harus berani melaporkan ke puskesmas dan pihak terkait lainnya apabila melihat tetangga yang menjadi pemakai narkoba,” kata Ahok di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (9/11/2013).
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengingatkan agar setiap warga yang menggunakan narkoba jangan menyembunyikan diri. Ahok menyarankan bagi mereka yang sudah terkena narkoba sebaiknya diselamatkan dan bukan menjadikan mereka sebagai masalah.
“Mereka harus diselamatkan agar tidak terjerumus dalam obat-obatan itu. Pengguna narkoba tidak boleh dianggap sebagai suatu aib dalam keluarga,” tukas Ahok.[Liputan6.com]
JAKARTA, (KOMPAS.com) - Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta agar anggota keluarga yang terkena narkotika jangan disembunyikan. Membiarkan mereka melakukan aktivitas haram tersebut, kata dia, sama saja menjerumuskannya ke dalam lubang kematian.
"Mereka harus diselamatkan agar tidak terjerumus lebih dalam oleh obat-obatan itu. Pengguna narkoba tidak boleh dianggap sebagai suatu aib dalam keluarga," ujar Basuki saat menghadiri penjurian Kampung Bersih Narkoba di RT 01 RW 06, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (9/11/2013).
Pria yang akran disapa Ahok ini menilai, lingkungan di keluarga merupakan garda terdepan dalam mengantisipasi narkoba. Ia meminta semua keluarga jeli jika melihat ada anggota keluarganya yang terkena barang haram. Apalagi, ciri-ciri pengguna narkoba tergolong mudah diketahui.
"Langsung tolak. Harus berani melaporkannya ke Puskesmas dan Polisi apabila melihat siapa saja di sekitar pakai narkoba," ujarnya.
Basuki mengungkapkan, warga Jakarta harus terbebas dari narkoba. Atas dasar itulah, Pemprov DKI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar perlombaan Kampung Bersih dari Narkoba. Rusdiana, perwakilan BNN yang jadi salah satu juri perlombaan tersebut menjelaskan, ada 26 kelurahan di Jakarta yang turut serta dalam perlombaan tersebut.
Hingga saat ini, telah terpilih 10 kelurahan, yakni Cibubur, Kapuk Muara, Kelurahan Kalideres, Kelurahan Malaka Sari, Kelurahan Duren Tiga, kelurahan Bidara Cina, Galur, Warakas, dan Pejaten Barat.
"23 November besok merupakan tahap akhir penilaian. Dari 10 besar itu kita mencari juara satu, dua, dan tiga. Selain itu juga juara harapan satu, harapan dua dan harapan tiga," ungkapnya.
JAKARTA, (KOMPAS.com) - Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta agar anggota keluarga yang terkena narkotika jangan disembunyikan. Membiarkan mereka melakukan aktivitas haram tersebut, kata dia, sama saja menjerumuskannya ke dalam lubang kematian.
"Mereka harus diselamatkan agar tidak terjerumus lebih dalam oleh obat-obatan itu. Pengguna narkoba tidak boleh dianggap sebagai suatu aib dalam keluarga," ujar Basuki saat menghadiri penjurian Kampung Bersih Narkoba di RT 01 RW 06, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (9/11/2013).
Pria yang akran disapa Ahok ini menilai, lingkungan di keluarga merupakan garda terdepan dalam mengantisipasi narkoba. Ia meminta semua keluarga jeli jika melihat ada anggota keluarganya yang terkena barang haram. Apalagi, ciri-ciri pengguna narkoba tergolong mudah diketahui.
"Langsung tolak. Harus berani melaporkannya ke Puskesmas dan Polisi apabila melihat siapa saja di sekitar pakai narkoba," ujarnya.
Basuki mengungkapkan, warga Jakarta harus terbebas dari narkoba. Atas dasar itulah, Pemprov DKI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar perlombaan Kampung Bersih dari Narkoba. Rusdiana, perwakilan BNN yang jadi salah satu juri perlombaan tersebut menjelaskan, ada 26 kelurahan di Jakarta yang turut serta dalam perlombaan tersebut.
Hingga saat ini, telah terpilih 10 kelurahan, yakni Cibubur, Kapuk Muara, Kelurahan Kalideres, Kelurahan Malaka Sari, Kelurahan Duren Tiga, kelurahan Bidara Cina, Galur, Warakas, dan Pejaten Barat.
"23 November besok merupakan tahap akhir penilaian. Dari 10 besar itu kita mencari juara satu, dua, dan tiga. Selain itu juga juara harapan satu, harapan dua dan harapan tiga," ungkapnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih