14 July 2016

Baru dibangun telan ratusan miliar, Gedung DPRD DKI sudah direnovasi

 Sekretariat DPRD DKI Jakarta berencana melakukan perbaikan berat dua Gedung DPRD. Padahal, kedua gedung itu terbilang baru.

Gedung setinggi 11 lantai itu dibangun tahun 2011 dengan anggaran Rp 500 miliar. Sedangkan Gedung Paripurna baru tahun 2012 direnovasi dengan nilai Rp 180 miliar.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD DKI Jakarta Suprapto mengatakan, pihaknya memiliki rencana untuk mengajukan beberapa instalasi yang perlu diperbaiki, seperti instalasi AC, listrik, dan plafon. 

"Rehab berat diusulkan di anggaran perubahan karena banyak kerusakan. Karena saling terkait (instalasinya) satu sama lain," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/7).

Dia beralasan rehab berat diperlukan karena banyak terjadi kerusakan. Misalnya, tidak berfungsi karena instalasi air dalam dinding mengalami kebocoran. Untuk perbaikan kecil, Sekwan memiliki biaya tersendiri dari deretan biaya pemeliharaan Gedung DPRD.

Untuk diketahui, tahun 2011 ruang paripurna direnovasi dengan anggaran Rp 18,5 miliar. Kemudian untuk pemasangan layar digital dianggarkan Rp 4,1 miliar dan instalasi listrik senilai 2,4 miliar.

Tahun 2012 kembali diusulkan rehab total yang menelan biaya Rp 180 miliar. Sebanyak Rp 80 miliar digunakan untuk tiga paket kegiatan yaitu penataan ruangan, perbaikan dinding luar gedung serta pergantian marmer dinding bagian dalam. 

Sedangkan anggaran Rp 100 miliar untuk membangun jembatan penghubung gedung lama dengan gedung baru yang letaknya berdampingan dengan Gedung DPRD lama. 

Kemudian tahun 2013 dianggarkan Rp 47 miliar untuk peremajaan ruang rapat komisi, badan, Sekwan dan perbaikan marmer luar gedung. Tahun 2014 lagi-lagi dianggarkan Rp 28 miliar untuk memperbaiki dinding toilet yang dinilai tidak layak pakai.

Gedung DPRD DKI Jakarta baru selesai dikerjakan pada tahun 2012. Namun gedung para wakil rakyat itu kondisi toiletnya mengalami kerusakan. Padahal setiap tahun dianggarkan puluhan miliar untuk perbaikan.

Pantauan merdeka.com, toilet di setiap lantai banyak yang tidak berfungsi. Beberapa toilet pria yang memiliki fasilitas kurang terawat. Bahkan kloset di lantai dua Gedung DPRD yang telah ditutupi menggunakan kertas berbahan fiber karena mampet.

Belum lagi beberapa wastafel yang tidak berfungsi. Wastafel rusak itu bisa ditemukan di jalan penghubung antara Gedung Lama dan Gedung Baru DPRD DKI dan di toilet basement di gedung baru.
Toilet di DPRD DKI 2016 Merdeka.com

Ada juga internit toilet yang nampak rusak dan tempat buang air kecil di lantai empat di gedung yang sama dan ditutupi tempat sampah karena tidak berfungsi.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD DKI Jakarta Suprapto mengatakan, kerusakan tersebut diakibatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka menggunakan toilet tidak memperhatikan fungsinya sehingga jadi rusak pada saat libur lebaran.

"Tapi secepatnya akan kami lakukan perbaikan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/7).

Dia menambahkan, sebagian besar fasilitas toilet tidak berfungsi karena instalasi air dalam dinding mengalami kebocoran. Soal biaya perbaikan, Suprapto mengaku telah memiliki biaya tersendiri dari deretan biaya pemeliharaan Gedung DPRD.

"Biaya pemeliharaannya masuk di biaya pemeliharaan gedung. Ada item-itemnya khusus toilet," imbuhnya.

Tak hanya itu, ternyata dalam waktu dekat, pihaknya memiliki rencana untuk mengajukan beberapa instalasi yang perlu diperbaiki, seperti instalasi AC, listrik, dan plafon.

"Rehab berat diusulkan di anggaran perubahan karena banyak kerusakan. Karena saling terkait (instalasinya) satu sama lain," tukasnya.

Perlu diketahui, tahun 2014 lalu Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI melakukan renovasi toilet dan gedung ini, nilainya lebih dari Rp 50 miliar. Tahun 2015 kemudian dianggarkan lagi Rp 28 miliar.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih