
Jakarta -PT Pertamina (Persero) harus menyiapkan uang Rp 44 triliun, untuk menyediakan cadangan BBM subsidi untuk 18-20 hari. Uang tersebut 'dipendam' dan tak bisa digunakan.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, Pertamina akan tetap menjadi tulang punggung keamanan energi nasional. BUMN energi ini akan terus menjalankan tanggung jawab menyalurkan BBM dan elpiji subsidi 3 kg.
"Pertamina saat ini juga menanggung stok operasional sekitar 18-20 hari. Artinya, setiap hari, sekitar Rp 44 triliun yang parkir untuk menjaga ketahanan stok tersebut," ujar Dwi dalam acara Pertamina Energi Outlook 2015, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Dwi mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan profitabilitas di bisnis hilir, dengan memperkuat infrastruktur, baik BBM, elpiji, pelumas, sampai petrokimia.
"Pertamina dalam jangka waktu 5 tahun mendatang akan membangun storageatau depot BBM baru dengan kapasitas tambahan sekitar 2 juta kiloliter (KL), dengan investasi sekitar US$ 130 juta," ungkapnya.
Dwi menambahkan, saat ini juga pihaknya sedang membangun lube oil blending plat (LOBP) dan juga grease plant dengan total investasi Rp 1,3 triliun.
"Pabrik pelumas ini akan menjadi yang terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara," katanya.
(rrd/dnl)
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, Pertamina akan tetap menjadi tulang punggung keamanan energi nasional. BUMN energi ini akan terus menjalankan tanggung jawab menyalurkan BBM dan elpiji subsidi 3 kg.
"Pertamina saat ini juga menanggung stok operasional sekitar 18-20 hari. Artinya, setiap hari, sekitar Rp 44 triliun yang parkir untuk menjaga ketahanan stok tersebut," ujar Dwi dalam acara Pertamina Energi Outlook 2015, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Dwi mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan profitabilitas di bisnis hilir, dengan memperkuat infrastruktur, baik BBM, elpiji, pelumas, sampai petrokimia.
"Pertamina dalam jangka waktu 5 tahun mendatang akan membangun storageatau depot BBM baru dengan kapasitas tambahan sekitar 2 juta kiloliter (KL), dengan investasi sekitar US$ 130 juta," ungkapnya.
Dwi menambahkan, saat ini juga pihaknya sedang membangun lube oil blending plat (LOBP) dan juga grease plant dengan total investasi Rp 1,3 triliun.
"Pabrik pelumas ini akan menjadi yang terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara," katanya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih