Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, dirinya belum tentu diajukan menjadi calon gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia menyatakan hal itu saat ditanya saoal harapannya jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pilkada DKI.
"Aku aja belum tentu dicalonkan," kata Djarot di Masjid Fatahillah, Balai Kota, Jakarta, Kamis (12/5/2016).
Djarot sendiri ikut dalam fit and proper test yang dilakukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P pada Rabu kemarin. Nama Djarot diusulkan oleh kalangan internal di PDI-P untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
Kendati mengikuti sesi itu, Djarot tak menjamin bahwa dia langsung bisa diusung oleh PDI-P. Semua para bakal calon yang mengikuti penjaringan dianggap berpotensi untuk diusung.
"Lihat gimana dinamika berkembang. Semua masih berpotensi," kata Djarot.
Soal koalisi dengan Gerindra, Djarot mengungkapkan kemungkinan tersebut ada. Namun hal itu harus melihat dinamika politik.
Kemarin, DPD PDI-P DKI Jakarta mengundang 34 bakal calon gubernur DKI untuk melakukan fit and proper test.
Dari 34 nama, sebanyak 32 orang masuk melalui jalur pendaftaran sementara 2 orang lain merupakan kader internal PDI-P yang diusulkan. Dalam penjaringan PDI-P, dua orang tersebut adalah Djarot Syaiful Hidayat dan Boy Sadikin.
Djarot tampak hadir di Kantor DPP PDI-P di Menteng ketika fit and proper test sedang berlangsung. Djarot mengenakan setelan jas hitam dengan dalaman baju putih dan celana hitam.
Namun, Djarot sempat mengelak bahwa kedatangannya adalah untuk mengikuti fit and proper tes. Djarot hanya mengaku hendak rapat. Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam gedung.
"Ini mau rapat sebentar, rapat dulu ya," kata Djarot di DPP PDI-P, Rabu (11/5/2016).
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto juga menampik bahwa Djarot akan mengikuti fit and proper test. Menurut Hasto, Djarot datang dengan kapasitasnya sebagai ketua DPP Bidang Organisasi. Saat keluar ruangan, Djarot akhirnya mengakui bahwa dia memang mengikuti fit and proper test.
"Tadi memang datang ke sini sebentar karena ada undangan rapat sekaligus ada asessment test, wawancara, diajak ngobrol, wawancara," kata Djarot.
Kader PDI-P yang mewawancarai Djarot adalah Budiman Sudjatmiko. Budiman mengatakan, tes wawancara bersama Djarot meliputi Pancasila, ideologi partai, visi Indonesia di Jakarta, gagasan, serta penguasaan masalah di Jakarta. Menurut Budiman, Djarot bisa menjawab dengan baik.
"Dia sudah pengalaman jadi Wali Kota Blitar. Dia bagus," ujar Budiman.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih