Maryati alias Tuti (54), Pekerja Harian Lepas (PHL) dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, diberi hadiah dari Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok, sempat takut. Kata Tuti, ketakutan tersebut lantaran dirinya tiba-tiba dipanggil oleh orang nomor satu di DKI Jakarta.
"Saya dibilang sama polisi sama satpam katanya dicariin ibu, saya bilang kenapa? Saya dibilang bapak nyarin kamu, ada apa pak salah saya? Ibu masuk internet kan, ngapain saya masuk intenet pak? Ibu berantem kan sama demo? Pak Ahok bilang, Ahok mau terima kasih sama ibu sudah usir-usirin pendemo," jelasnya ketika ditemui merdeka.com di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/3).
"Selama ini nggak pernah ketemu gubenur, gubenur dulu nggak mau ketemu rakyat kecil, baru ini mau gubenur ketemu," tambahnya.
Ketika ketemu, kata Tuti, Ahok menanyakan kenapa dirinya marah-marah sama pendemo.
"Saya dikencingin, rumput mati 7 karung, diinjek-injek pak. Lalu ibu apain? Saya ketok pake gagang sapu," ujarnya.
Atas keberaniannya, dirinya dikasih hadiah berupa handphone. Hal tersebut, lanjutnya, agar bisa memberikan laporan langsung kepada Ahok agar bila ada kejadian tersebut langsung dilaporkan.
"Saya ditanya punya hp? Punya tapi ditaro di tas, lain kali kalo ada yang injek-injek lagi potret ya bu," pungkasnya.
Maryati atau yang akrab dipanggil Tuti, perempuan berusia 54 tahun tak pernah menyangka dirinya bakal bertatap muka langsung dengan salah satu orang nomor satu di DKI Jakarta ini. Tuti, mendapat kehormatan bisa makan satu meja bahkan dibelikan handphone baru oleh Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.
Semua itu berkat getokan gagang sapu Tuti yang dilayangkan ke arah para sopir taksi yang ketika itu tengah berunjuk rasa di depan Kantor Balai Kota, Jakarta Pusat menuntut diblokirnya transportasi berbasis aplikasi seperti Uber dan Grab Car. Tuti yang sehari-hari bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) Dinas Pertamanan DKI Jakarta naik pitam melihat para pendemo dengan seenaknya menginjak-injak tanaman bahkan, sampai mengencinginya ketika berunjuk rasa.
Sontak saja saat itu ia langsung mengusir para pendemo yang merusak tanaman yang terletak di depan Balai Kota dengan gagang sapunya, padahal ketika itu Tuti bertugas dengan dua rekan prianya. Namun, kedua rekannya tersebut khawatir akan diamuk massa jika menegur.
"Nginjek, buang air kecil, buang sampah makana sudah saja dilempar pas ngeriung-riung. Puntung rokok apa segala. Dulu banyak tukang madura. Tapi sekarang alhamdulillah lah. Sejak Ahok kuasa tukang dagang enggak begitu," terang warga Pondok Gede, Bekasi ini.
"Enggak ada yang berani. Yang lain laki-laki takut dikeroyok. Kalau saya kan ibu-ibu segen mereka. Kalau enggak saya dorong pakai sapu. Pas ada yang buang air kecil di pojok juga saya bentak, saya getok pakai sapu saja," tambahnya.
Usai bersantap siang dengan Ahok, Tuti pun dihadiahkan sebuah handphone berkamera dari mantan Politisi partai Gerindra tersebut.
"Pak gubernur salaman langsung disuruh makan dulu, sate dan soto," ungkapnya senang.
"Kata Pak Gubernur, saya kasih HP, lain kali difoto saja. Nanti saya usirin, saya getok pakai sapu. Hpnya disuruh pasang, sudah dikasih, belajar. Pak Ahok langsung kasih. Iya untuk laporin. Tadi dikasih nomornya Pak Ahok untuk melaporkan," jelas Ibu anak tiga ini.
Anggapan Ahok yang galak, tempramental, dan penuh emosi pun kini sirna di benak Tuti. Pasalnya, begitu diberitahu jika dirinya dipanggil Ahok, Tuti sempat merasa takut lantara seringnya melihat Ahok marah-marah di layar kaca.
Tuti akui harus mengumpulkan keberanian sebelum bertemu Ahok. Setibanya di Balai Kota, perasaan takut itu berubah. Dia bahagia menemui gubernur DKI Jakarta itu.
"Waktu mau ketemu deg-degan, di tv kan suka omel-omel (marah), saya pikir ada apa ketemu saya. Tahunya orangnya baik terus ganteng juga," cerita perempuan yang sudah selama 17 tahun berprofesi sebagai PHL ini.
"Selama ini nggak pernah ketemu gubenur, gubenur dulu nggak mau ketemu rakyat kecil, baru ini mau gubenur ketemu," tambahnya.
Selama pertemuan, kata Tuti, tidak ada kesan galak maupun sombong dari sosok Ahok. Dirinya justru merasa bangga. Apalagi dia bisa makan soto dan diberi ponsel baru oleh Ahok.
"Aslinya baik. Saya salut sama dia (Ahok) mau salaman dan jejeran potret terus diajak makan soto sama sate. Enggak ada gubernur yang mau temuin saya, baru Ahok yang mau," ungkapnya.
Selama pertemuan, Tuti juga ditanya Ahok mengenai BPJS maupun Kartu Jakarta Sehat (KJS). Ahok, kata Tuti, juga berjanji segera membantunya untuk memiliki kesempatan laiknya warga DKI lain.
"Waktu ketemu Ahok, saya ditanyain, 'ibu sudah punya BPJS, KJS ada?' saya jawab, 'belum'. Terus dia (Ahok) bilang nanti dibikinin," terangnya.
Ia pun lantas mendoakan agar Ahok bisa menjadi Preside RI selanjutnya. "Semoga jadi Presiden. Kerjanya sudah kelihatan, baik lagi," tandasnya.
Maryati alias Tuti (54), mungkin tidak akan melupakan sejarah hari ini. Dirinya telah bertemu orang nomor satu di DKI Jakarta Basuki T Purnama, lalu diajak makan, berfoto bersama hingga diberikan hadiah berupa alat komunikasi (Handphone).
Kata Tuti, saya bertemu dengan Ahok dan juga aparat kepolisian, dirinya sempat bercerita saat dirinya kehilangan motor.
"Pak ketemu Ahok, Polisi tanya, ibu naik apa kerja? Dari rumah Pondok Gede naik motor, tapi hilang pak. Terus itu ngontrak rumah," katanya.
Lalu, lanjutnya, motornya ditanya sama polisi tersebut hilang di mana.
"Di depan Balai Kota pak, saya pernah naik ke gedung gubernur lihat di tv (CCTV) motor saya diambil, helmnya diambil tukang bajaj, kejadiannya sekitar jam 6 pagi motor nggak ada. Hilangnya bulan 11 tanggal 28 hari Jumat, pagi-pagi, depan kantor Ahok," jelasnya.
Atas cerita Tuti, dirinya disuruh membawa bukti-bukti atas kehilangan kendaraannya yang baru tiga bulan sudah diambil orang tak bertanggung jawab.
"Besok pagi ke gedung Ahok, kasih surat kehilangan dan ini sudah disidang, sudah lapor polisi, dealer motor," katanya.
Mengenai hal tersebut, Tuti menyerahkan itu semua kepada aparat kepolisian dan juga Ahok.
"Kalau urusan itu saya nggak tahu, katanya surat laporan itu besok disuruh bawa, ditungguin. Saya nggak tahu, terserah diganti ya alhamdulillah nggak juga nggak apa-apa, yang ambil dua orang," pungkasnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih