Merdeka.com - Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini berupaya segera menuntaskan konflik Pasar Turi. Bahkan, Risma sempat menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla diJakarta beberapa hari lalu, usai menghadiri Kongres Ke IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sanur, Bali.
Harapan adanya penyelesaian masalah itu, kata Risma, ketika Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), sudah turun tangan. "Jadi begini, Pak Wapres (Jusuf Kalla) bilang ke saya, kalau beliau menginginkan para pedagang bisa secepatnya masuk. Untuk lain-lain, nanti Tim Setwapres yang akan turun dan membantu mediasi," kata Risma, Jumat (17/4).
Informasinya, Tim Setwapres akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkot Surabaya pada awal pekan depan. Tetapi, ada permohonan khusus yang ingin disampaikan Risma. Mantan Kepala Bappeko dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya ini ingin masalah cepat selesai dan dia tidak ikut terkena masalah.
"Saya juga menyampaikan ke Pak Wapres, kalau ada apa-apa, saya berharap tidak kena masalah. Karena saya enggak ngapa-ngapain," ucap Risma.
Persoalan Pasar Turi, lanjut Risma, bermuara pada kontrak dilakukan Pemkot Surabaya dengan PT Gala Bumi Perkasa, selaku investor Pasar Turi Baru. Sistemnya adalah secara tripartit, yaitu antara Pemkot Surabaya dengan investor, lantas investor dengan pedagang.
Namun, Risma mengaku tetap membela pedagang. "Saya tetap berpihak pada pedagang. Semoga bulan puasa nanti sudah bisa masuk semua," harap alumnus Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) ini.
Terpisah, Ketua Tim Pedagang Pasar Turi Surabaya (TPPS), Syukur, merespon positif tindakan Risma. Syukur menilai langkah Risma tepat. "Kami meminta agar dikawal terus oleh Bu Wali (Risma), kasihan pedagang terus menerus jadi korban," ujar Syukur.
Syukur yang merupakan pedagang alat kelengkapan TNI-Polri ini juga berharap perjuangan pedagang untuk mendapat haknya tidak sia-sia. "Perjuangan kami tidak akan surut. Kami tetap meminta putus kontrak dengan investor, dan Pemkot Surabaya harus bisa tegas," kata Syukur.
Seperti diketahui, pasar tradisional legendaris di Kota Pahlawan ini, Pasar Turi, sudah tiga kali mengalami kebakaran pada rentang waktu 2007 hingga 2012. Legenda Pasar Turi kini hanya kenangan. Sementara ratusan para pedagang tetap bertahan dengan membangun lapak-lapak darurat di sekitar pasar.
Kemudian pada proses pembangunan kembali Pasar Turi, muncul masalah. Para pedagang yang sudah membayar kios merasa diperas oleh pihak investor. Kasus ini pun sudah beberapa kali dilakukan mediasi, tapi belum menemui titik temu hingga saat ini. Para pedagang juga meminta Pemkot Surabaya segera mengambil alih proyek pembangunan Pasar Turi.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih