16 April 2015

Eks Bos PD Pasar Jaya: Pak Ahok Kan Semua Dicurigai sama Dia

Mantan Direktur Utama PD Pasar Jaya Prabowo Soenirman mengatakan, sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menilai ada "permainan" PD Pasar Jaya di Pasar Blok G adalah berlebihan. Menurut Prabowo, sepinya Pasar Blok G pasti juga tidak diinginkan oleh pihak PD Pasar Jaya. 

"Pak Ahok kan semua dicurigai sama dia. Pertanyaannya, memang 'dimainkan' seperti apa? Pasar Jaya juga saya yakin mau meramaikan pasar itu juga. Enggak mungkin enggak," ujar Prabowo yang juga anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra di Gedung DPRD DKI, Rabu (15/4/2015).

Prabowo mengatakan, ada kemungkinan lain di balik sepinya Pasar Blok G. Ia menampik tuduhan Basuki bahwa pihak PD Pasar Jaya sengaja membuat sepi pasar tersebut. "Kalau dibuat sepi, apa untungnya buat developer? Kalau sepi kan dia rugi. Orang dia sudah bangun dan taruh uang di situ kok," ujar Prabowo.

"Ini karena pasar belum berkembang. Butuh waktu, mungkin setahun dua tahun asal itu tadi, jembatannya dibangun," kata Prabowo.

Sebelumnya, Basuki melakukan kunjungan ke Pasar Blok G pada Rabu (15/4/2015) ini. Tinjauannya itu juga untuk membuktikan apa benar ada permainan PD Pasar Jaya. Sebab, berbagai janji PD Pasar Jaya untuk membuat Pasar Blok G Tanah Abang berdenyut tidak terwujud.

Contohnya adalah pembangunan eskalator yang tidak berfungsi sama sekali. Permintaan Presiden Joko Widodo untuk membangun jembatan penghubung antara Blok G dan blok lainnya juga tidak terwujud.

Awalnya, Basuki berencana membongkar habis Pasar Blok G Tanah Abang. Namun, rencana pembongkaran pasar gagasan Jokowi itu urung dilaksanakan. Rencana pembongkaran habis Pasar Blok G ini, kata Basuki, hanyalah siasat PD Pasar Jaya untuk kongkalikong dengan pihak swasta. PD Pasar Jaya, menurut dia, sengaja ingin membuat suasana pasar menjadi sepi.

"Makanya, ini masalahnya apa. Mungkin ada kesengajaan (PD Pasar Jaya) supaya (pasar) sepi dan mengajukan ke kami untukjoin dengan swasta lagi. Sekarang saya suuzan (berpikiran negatif) sajalah," kata Basuki.

Mantan Direktur Utama PD Pasar Jaya Prabowo Soenirman mengatakan, butuh keberanian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk melakukan sterilisasi ruas jalan di sekitar Pasar Tanah Abang dengan konsisten. Hal ini dilakukan agar para pedagang kaki lima (PKL) tidak turun kembali ke jalan.

"Pertanyaannya, kenapa Pak Ahok tidak sterilkan Tanah Abang? Kalau steril dan konsisten, harusnya enggak ada PKL yang di jalan lagi," ujar Prabowo yang juga merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra di gedung DPRD DKI, Rabu (15/4/2015).

Prabowo mengatakan hal ini jugalah yang terjadi di Pasar Blok G. Pedagang yang semula berjualan di kios-kios dalam pasar tersebut malah kembali turun ke jalan. Prabowo yakin, pihak Pemerintah Provinsi DKI, melalui camat dan lurah, juga sering melakukan penertiban tetapi PKL masih sering turun ke jalan. Atas dasar itu, Prabowo meminta Ahok, sapaan Basuki, untuk mewaspadai bawahannya.

"Jangan-jangan anak buahnya main. Pada jual lapak. Bisa aja Satpol PP-nya main, kan bisa aja. Buktinya tadi pas Pak Ahok datang langsung bersih. Ini yang harus dipikirkan pak Ahok," ujar Prabowo.

Selama ini, kata Prabowo, Ahok selalu memiliki kecurigaan bahwa ada oknum yang menjual lapak-lapak di Tanah Abang. Ahok selalu menuding ada tindak korupsi di pasar tersebut.

Kali ini, kata Prabowo, Ahok harus membuktikan bahwa ucapannya benar. Alasannya, supaya menimbulkan efek jera bagi oknum-oknum tersebut.

"Ahok kan sering ngomong sejengkal tanah di Tanah Abang dijual oknum. Itu korupsi. Sekarang oknumnya tangkepin. Kan dia mau lapor ke Bareskrim, suruh lapor. Kan kalo ditangkepin yang bawah-bawah, orang pada kapok," ujar Prabowo.

Dengan jabatannya sebagai anggota Dewan, Prabowo mengaku mendukung upaya Ahok untuk meramaikan kembali Pasar Blok G. Apalagi, mengingat posisinya dulu sebagai dirut PD Pasar Jaya, Prabowo tahu hal yang dibutuhkan Ahok untuk membereskan persoalan Pasar Blok G hanyalah soal keberanian saja.

"Kalo dewan pada prinsipnya support-lah. Kalau saya, bukannya sombong nih, Tanah Abang bisa gini waktu zaman saya. Dulu Tanah Abang cuma 4 lantai. Empat lantai engga ada apa-apanya, eh terbakar. Akhirnya dengan keberanian saya kita bangun 17 lantai. Orang dulu bilang mana mungkin orang mau dateng kalau 17 lantai. Nyatanya enggak ada masalah. Ini masalah keberanian aja," ujar Prabowo.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih