JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengatakan kalau pemuda suka bohong dan tidak jujur, maka akan kesusahan tinggal di Ibu Kota. Sebab, teknologi sudah mampu dengan mudah melihat rekam jejak seseorang.
Hal itu disampaikan Ahok, usai melakukan tinjauan pelaksanaan Ujian Nasional di SMA Negeri 2 Jakarta, bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan
"Saya kira, modal utamanya itu (kejujuran). Kalau Anda enggak jujur ya susah di abad ini, karena teknologi rekam jejak begitu banyak. Sebetulnya Anda mau jadi apa saja mau jadi politisi, pengusaha, siapa saja orang langsung tahu kamu siapa," kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (14/3/2015).
Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu, bigung masih banyak warga Jakarta yang tidak jujur alias bohong dengan status sosialnya kepada Pemprov DKI. "Contoh, kami bingung kenapa bisa masuk (rumah sakit) kelas satu. Saya diemin, saya enggak bisa. Saya suruh orang cek. Ketemu Facebook-nya fotonya lengkap dengan foto-foto yang bagus," paparnya.
Menurut Ahok, rumah sakit kelas I adalah cara Pemprov DKI untuk membedakan kemampuan seorang warga Jakarta dalam berobat. "Kan saya bilang cara bedakan orang mampu tidak mampu adalah dia mau enggak masuk kelas III. Kalau tidak mau masuk kelas III berarti dia sengaja," terangnya.
"Orang naik mobil juga belum tentu kaya kalau ngutang di bank gimana? Kalau kamu masuk kelas III berarti kamu enggak mampu. Dulu satu kasus yang melahirkan juga begitu, di situ ada berapa rumah sakit kenapa dia pilih yang enggak terima BPJS dan gunakan kelas I lagi. Sudah begitu enggak bisa keluar teriak-teriak. Ya, enggak bisa kalau gitu nanti smua ikut-ikutan," tandas Ahok.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih