22 April 2015

12 Bus TransJ 'Kinclong' di Koridor VI Hanya Tersedia Selama Peringatan KAA

12 Bus TransJ Kinclong di Koridor VI Hanya Tersedia Selama Peringatan KAA12 bus oranye yang diperbantukan di koridor VI (Foto:Salmah/detikcom)
Jakarta - 12 bus oranye 'kinclong' milik PT Transportasi Jakarta diperbantukan di koridor VI Ragunan-Dukuh Atas, Ragunan-Monas. Bus yang kondisinya masih bagus itu akan belalu- lalang selama kegiatan peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta.

"Hari ini terkait KAA ada 12 armada khusus koridor enam," kata Humas PT Transportasi Jakarta, Ferry, kepada detikcom, di Halte TransJ Ragunan, Senin (20/4/2015).

Ferry mengatakan penambahan ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang karena pengalihan arus selama peringatan KAA berlangsung yakni 19-24 April 2015. "Dapat arahan dari Gubernur untuk antisipasi lonjakan penumpang, makanya kita lapis tambah busnya," ucap Ferry.

Ferry belum tahu apakah setelah peringatan KAA selesai 12 bus itu akan tetap beroperasi di koridor VI. Menurutnya yang pasti bus-bus kinclong itu akan melayani penumpang selama peringatan KAA berlangsung.

"Beroperasi selama KAA berlangsung, (dilanjut nggak) lihat kondisi," ucapnya.

Menurutnya pihak PT. TransJ sudah menambah 2 unit bus setiap hari di koridor VI. Bus berwarna oranye tersebut memang kondisinya lebih bagus jika dibandingkan bus abu-abu yang sudah tua.

"Setiap hari rutin minimal 2 unit," kata Ferry

Penambahan 12 unit bus ini tidak mengurangi jumlah bus abu-abu tua yang beroperasi. Hal ini terlihat dari kondisi di lapangan di mana selain bus oranye, masih terlihat bus abu-abu berlalu lalang di jalan.

Bus tersebut merupakan bus pengadaan saat Udar Pristono masih menjadi Kadishub. Bus berjenis single ini memang terlihat lebih bersih dan baru. 

Kondisi interior bus terlihat lebih bagus, ada dua kamera CCVTV, 6 palu pemecah kaca, pegangan tangan penumpang masih lengkap, pintu bisa menutup sempurna dan AC terasa sejuk.

Keberadaan 12 bus oranye "kinclong" ini memang cukup membantu penumpang. Mereka merasa lebih nyaman dengan adanya bus tersebut.

"Saya merasakan sendiri naik TransJ yang abu-abu terus tadi naik yang oranye juga. Tadi yang abu-abu kayaknya tidak layak, tapi bus oranye bisa didefiniskan sebagai bus," ucap salah satu penumpang Royan.


Komentar Penumpang TransJ Soal Bus Oranye Kinclong di Koridor VI
Jakarta - PT. Transportasi Jakarta menambah 12 unit bus oranye 'kinclong' untuk diperbantukan di koridor VI Ragunan-Dukuh Atas, Ragunan- Monas selama peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) berlangsung. Hal ini berdampak terhadap pelayanan penumpang bus TransJ di koridor tersebut.

Bus oranye itu kondisinya lebih bagus dari bus abu-abu yang sudah tua yang biasa beroperasi di koridor VI. Bus oranye lebih terlihat bersih dan interior bus tampak baru.

Penambahan bus ini tidak mengurangi jumlah bus yang sudah ada sebelumnya. Meski begitu keberadaan bus ini dianggap cukup membantu para penumpang.

Seperti yang disampaikan oleh penumpang TransJ Sugiarti. Perempuan yang sudah satu tahun langganan TransJ ini mengaku baru pertama kali naik bus oranye "kinclong" TransJ di koridor VI. 

"Baru sekali ini naik bus seperti ini. Nyaman dan lebih baik lah," ucap Sugiarti saat berbincang dengan detikcom di dalam bus TransJ arah Ragunan, Senin (20/4/2015).

Menurutnya bus abu-abu yang biasa berlalu-lalang di rute Ragunan-Dukuh Atas memang sudah jelek dan tua. Kondisi ini membuat para penumpang tak nyaman.

"Bus abu-abu itu sering mogok, kadang-kadang bocor. Mobilnya sudah cukup tua ya, semua kalau sudah tua kan jelek. Harapan saya sih supaya ditambah busnya," katanya

Senada dengan Sugiarti, Rani juga merasakan hal yang sama. Bus oranye memang lebih nyaman dibandingkan bus abu-abu yang usianya sudah tua yang sudah beroperasi sejak 2004 lalu.

"Sayangnya sekarang ini ada bus TransJ terutama yang abu-abu itu kondisinya sudah yah begitu. Terus terang saya saja agak ngeri naiknya, kalau pakai yang merah-oranye itu lebih enak," ucap Rani.

Menurutnya, pihak TransJ harus bisa merawat bus dengan baik, jangan hanya melakukan pembelian saja tanpa dirawat. "Sepertinya di sini nggak bisa memelirahara ya, jadi kursinya, interior di dalamnya itu nggak nyaman. Nyamannya cuma karena cepat saja," ujar Rani.

Royan, penumpang TransJ lainnya juga mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan ada perbedaan signifikan antara bus TransJ oranye 'kinclong' ini dengan bus abu-abu tua yang biasa beroperasi di koridor VI.

"Saya merasakan sendiri naik TransJ yang abu-abu terus tadi naik yang oranye. Tadi yang abu-abu kayaknya tidak layak, tapi yang oranye bisa didefinisikan sebagai bus lah," ucap Royan.

Menurutnya dari segi keamanan bus oranye juga lebih baik, tersedia palu pemecah kaca dan pintu bisa ditutup sempurna.

"Kalau musim hujan saya yakin yang bus abu-abu airnya pasti masuk, tapi yang oranye nggak, ini sudah bagus. Intinya TransJ ini sangat diunggulkan, diharakan bisa dirawat dengan baik," katanya.


Bagian dalam bus oranye "kinclong" (Foto:Salmah/detikcom)

Penumpang naik bus oranye 'kinclong' (Foto:Salmah/detikcom)

Bus oranye 'kinclong' (Foto:Salmah/detikcom)

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih