Pilih Kepala Daerah, Warga DKI Tidak Lagi Melihat Etnis
JAKARTA, KOMPAS.com - Latar belakang etnis tidak lagi menjadi dasar warga DKI Jakarta untuk memilih kepala daerah. Mereka sudah mulai mempertimbangkan latar belakang pendidikan, karier, dan hal serupa.
Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh Populi Center tanggal 11 sampai 15 Maret 2015. Sebanyak 57,4 persen responden tidak mengutamakan etnis sebagai preferensi memilih kepala daerah. Sedangkan yang tidak mengedepankan latar belakang agama hanya 40 persen responden.
"Faktor suku atau etnis figur pemimpin tidak berpengaruh dalam menentukan pilihan masyarakat. Tapi faktor agama masih cukup penting, karena 55,1 persen responden menganggap itu masih penting," kata Kepala Populi Center Nico Harjanto, Senin (23/3/2015).
Responden yang dipilih adalah 1.000 orang warga DKI yang tersebar di seluruh wilayah di Jakarta. Pemilihan responden dilakukan secara acak dengan margin of error /- 3,09 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.
Masih dalam penelitian yang sama, terdapat pertanyaan tentang kepala daerah pilihan masyarakat DKI. Dari tokoh-tokoh pejabat publik, nama Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menempati urutan tertinggi dari 16 nama yang dinilai paling layak dipilih menjadi Gubernur DKI berikutnya.
"Warga merasa Pak Ahok (sapaan Basuki) pemimpin yang paling dipercaya untuk dipilih jadi Gubernur DKI periode selanjutnya, sebesar 36,5 persen responden," tambah Nico.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih