24 March 2015

Ketahuan, "Nasib" Menhub di Tangan Kepala Basarnas!

SURYA / AHMAD ZAIMUL HAQEka Santoso, keluarga dari Joe Jeng Fei seorang penumpang Air Asia QZ8501, menangis ketika mendengarkan radio komunikasi tim SAR yang menginformasikan telah ditemukan jenazah dan serpihan pesawat, saat ikut melakukan pencarian dengan pesawat CN235 TNI AL di atas Laut Jawa, Selasa (30/12/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com — Terkuak rahasia kecil antara Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang (FHB) Soelistyo saat operasi pencarian terhadap hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Adalah Menhub Ignasius Jonan sendiri yang membuka rahasia itu saat memberi sambutan pada acara penghargaan kepada para anak buah kapal (PBK) yang ikut terlibat dalam upaya pencarian itu. Acara berlangsung hari ini, Selasa (24/3/2015), di Kantor Kementerian Perhubungan.

Menurut Jonan, kerja bagus tim SAR di bawah komando Basarnas menyelamatkan "nasib" alias posisi dia sebagai menteri. "Kalau waktu penyelamatan rescue operation AirAsia itu tidak sebaik ini, mungkin saya sudah diberhentikan oleh Bapak Presiden," ujar Jonan.

Ignasius Jonan melanjutkan, kerja keras semua pemangku kepentingan dalam pencarian QZ8501 tersebut membuat dunia internasional memuji Pemerintah Indonesia. Pasalnya, kata Jonan, mereka menilai kerja tim sangatlah cepat dan baik. 
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Perhubungan Ignasius Jonan menyalami awak kapal saat berkunjung ke Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Waringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (13/1/2015).
Dalam pandangan Jonan, porsi kerja yang besar ada di tangan Kepala Basarnas sebagai pemegang koordinasi di lapangan. Sementara itu, kata dia, porsi kerja Menteri Perhubungan justru lebih kecil daripada Kepala Basarnas dalam pencarian dan evakuasi tersebut. "Karena Kepala Basarnas, saya saat ini masih berdiri di sini, Pak. Karena, saya baru bertugas dua bulan, lalu ada kecelakaan besar," kata Jonan. 

Meski proses pencarian korban sudah dihentikan, Jonan tetap menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dia berharap kerja Kepala KNKT Tatang Kurniadi tak kalah dengan Kepala Basarnas sehingga mampu menguak penyebab kecelakaan tersebut. 

Kompas.com/SABRINA ASRILKepala Basarnas FHB Soelistyo

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih