24 March 2015

Jokowi: Indonesia Siap Jadi Mediator Sengketa Laut China Selatan

 Jokowi: Indonesia Siap Jadi Mediator Sengketa Laut China Selatan
Jakarta - Pemerintah mengklarifikasi simpang siur berita mengenai posisi Indonesia dalam kasus sengketa di Laut China Selatan. Indonesia memastikan tidak memihak salah satu negara yang sedang berperkara.

“Perlu saya sampaikan bahwa Indonesia tidak berada pada pihak yang bersengketa di situ. Kita hanya ingin mendorong agar Code of Conduct, CoC itu bisa diimplementasikan, dan ada finaslisasi,” kata Presiden Joko Widodo di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa (25/5/2015).

Jokowi menegaskan, Indonesia siap menjadi mediator yang baik terkait sengketa Laut China Selatan itu. Selama ini Laut China Selatan memang dipersengketakan sejumlah negara, termasuk China dan tetangga-tetangga Indonesia di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam.

“Kalau diperlukan, kita juga siap menjadi mediator yang baik,” lanjut Jokowi.

Menlu Retno Warsudi juga menegaskan sikap Indonesia yang tidak memihak. Pemerintah ingin agar stabilitas dan perdamaian di kawasan itu bisa secepatnya terwujud.

"Jelas bagi Indonesia, stabilitas perdamaian penting dan Indonesia siap membantu untuk menciptakan suasana yang stabil dan damai di kawasan," kata Retno dalam kesempatan terpisah.

Gaya Jokowi Presentasikan Investasi di Indonesia ke Para Pengusaha Jepang
Jakarta - Presiden Joko Widodo berbicara di depan pengusaha yang tergabung dalam Bisnis Forum Indonesia-Jepang. Bak seorang marketer, Jokowi pun turun langsung mempresentasikan peluang bisnis di Tanah Air kepada para pebisnis itu.

Berjas Hitam dipadu dasi merah menyala‎, Jokowi penuh percaya diri berjalan ke depan panggung, Hotel The New Otani, Tokyo, Jepang, Selasa (24/3/2015). Hanya beberapa menit Jokowi berada di podium.

Selebihnya, Jokowi berjalan seorang diri ke bibir panggung‎. Ia mendekati big screen yang berisi data proyeksi ekonomi dan peluang-peluang bisnis di Tanah Air.

‎Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pembangunan jalan tol, pelabuhan, tol laut hingga pembangkit listrik, dikupas sendirian oleh Jokowi. Dia berbicara dengan bahasa Indonesia yang diterjemahkan langsung oleh seorang interpreter.

"Ini peluang masuk investor dari Jepang karena dibangung dari dana APBN tapi sebagian besar kita beri ke investor," kata Jokowi sambil memegang microphone.

‎Soal rencana membangun 35 ribu Megawatt pembangkit listrik, Jokowi mengakui banyak pihak yang menilai keinginannya itu terlalu ambisius. Namun dia yakin bisa tercapai, apalagi jika ada investor Jepang yang punya pengalaman andal di sektor ini.

Jokowi juga berpromosi soal perizinan satu atap yang mulai diterapkan secara nasional. Keberadaan pelayanan ini telah memotong waktu pengurusan izin usaha yang biasanya bisa mencapai ribuan hari.

"Sebuah pemotongan yang sangat panjang," tandasnya.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih