04 March 2015

Ahok Sebut Pemenang Tender UPS Rp 5,8 M Tiap Sekolah Mirip Arisan, Benarkah?

Jakarta - Pengadaan Uninterrupted Power Supply (UPS) di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta bukan kali ini saja terjadi. Tahun 2014 lalu ada pembelian UPS untuk 55 sekolah yang sebenarnya tidak dianggarkan di APBD. Anggaran UPS untuk satu sekolah itu mencapai Rp 6 miliar, sehingga Pemrov DKI kecolongan dana sebesar Rp 330 miliar. 

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) kemudian melelang 55 UPS itu dengan harga Rp 5,8 miliar per sekolah. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut nama-nama pemenang tender pengadaan UPS tahun 2014 banyak tidak sesuai. 

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun mengistilahkan lelang 55 UPS itu mirip arisan perusahaan. "Masa kantor pakan ternak dan kantor fotokopi yang tender? ICW juga menemukan menarik lagi, itu semua kayak arisan ada PT di Jatinegara mainnya begitu melulu," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2015).

Benarkah perusahaan pemenang tender pengadaan UPS tahun 2014 banyak yang tidak sesuai?

detikcom menelusuri jejak perusahaan pemenang tender sebesar Rp 5,8 miliar per sekolah itu. Berikut ini hasil liputannya. 

  1. Ahok Sebut Pemenang Tender UPS Rp 5,8 M Tiap Sekolah Mirip Arisan, Benarkah?
  2. Menang Lelang Rp 5,9 Miliar, CV Air Putih Tak Punya Kantor
  3. Dapat Proyek Rp 11,8 Miliar, CV Wisanggeni Sekantor dengan Gudang Elpiji
  4. CV Wisanggeni Magelang Dicatut Namanya
  5. Menang Proyek Rp 5,8 Miliar Setelah Pinjam Nama Perusahaan
  6. PT Tinada Menang Proyek Rp 5,8 M dengan Dua Meja Kerja

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih