JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tata Air DKI Agus Priyono menyebutkan bahwa Jakarta Utara mendapat "serangan" air baik dari hulu maupun daerah hilir. Bagian hulu yang dimaksud oleh Agus adalah sungai-sungai di Jakarta Pusat dan sekitarnya yang mengalir ke arah Jakarta Utara.
Bagian hilir adalah pesisir-pesisir pantai utara. "Di Jakarta Utara, 40 persen tanahnya rendah, air masuk ke sana. Sementara di utaranya dihadang oleh rob," ucap Agus di Balai Kota, Rabu (11/2/2015).
Agus melanjutkan, bagian yang lebih tinggi dari Jakarta Utara tidak menyerap air sehingga air dari hujan tergenang di jalan-jalan. Hal ini didukung oleh banyaknya bangunan beton dan jalanan beraspal.
Menurut Agus, air hujan yang turun hampir 100 persen mengalir ke jalan-jalan di Jakarta. Hanya sekira 20 persen yang terserap dan tidak menggenang di jalan. Air tersebut kesulitan masuk ke saluran-saluran karena banyaknya sampah yang menutupi lubang-lubang saluran.
Jakarta Utara memiliki permukaan tanah yang lebih rendah dibanding tempat lain, sehingga air dari jalan mengalir ke Jakarta Utara. Hal inilah yang dianggap paling besar peranannya membuat banjir di beberapa wilayah Jakarta Utara, seperti Kelapa Gading dan Sunter.
Padahal, seharusnya, air hujan pertama kali terserap terlebih dahulu di bangunan-bangunan. Dari serapan tersebut, baru melalui lapisan-lapisan tanah menuju ke laut.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih