Merdeka.com - Menutup penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta, Presiden Joko Widodo menceramahi para peserta yang kebanyakan dari kalangan ulama soal masalah nasional kemiskinan dan narkoba.
Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan banyak permasalahan nasional terkait dengan ekonomi, politik, budaya serta hukum yang harus dipikirkan dan diselesaikan bersama.
"Berapa angka kemiskinan kita sampai 28 juta, masalah riil yang kita hadapi. Boleh orang bilang pertumbuhan ekonomi kita baik, tapi bukan itu yang utama. Yang utama itu pertembuhan ekonomi yang merata," kata Jokowi, Yogyakarta, Rabu (11/2).
Berdasarkan pengalaman blusukannya, dia melihat banyak ketimpangan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Dia mencontohkan diJakarta di kawasan Sudirman dan Thamrin yang begitu berbeda dengan kawasan Marunda dan Tanah Tinggi.
"Coba bapak-bapak ibu-ibu ke Sudirman Thamrin, naik lift ke lantai 60, turun lagi langsung ke Marunda, Tanah Tinggi, rasanya beda sekali, kelihatan sekali. Sakitnya lihat perbedaan itu. Sakitnya tuh di sini," ujarnya disusul gelak tawa peserta Kongres.
Jokowi juga menyampaikan umat Islam sebagai penduduk terbanyak di Indonesia harus juga bisa berperan melawan Narkoba. Menurutnya Narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi.
"Ada 40 sampai 50 orang mati setiap hari karena narkoba. Kalau dikalikan 1 tahun sudah 18 ribu mati. Empat setengah juta yang harus direhabilitasi. Sudah ada 64 permohonan grasi di meja saya, saya tanda tangani semua, tapi tanda tangan ditolak," pungkasnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih