Selat Karimata - Tim dari Basarnas dan TNI terus melakukan upaya evakuasi apa yang tersisa dari pesawat AirAsia QZ8501. Di selat Karimata banyak berserak benda-benda yang kemungkinan berasal dari barang bawaan penumpang pesawat rute Surabaya-Singapura itu.
Pantauan detikcom dari KRI Banda Aceh, Rabu (31/12/2014), terlihat beberapa barang-barang seperti dasi warna hitam yang ditumpangi kepiting kecil di atasnya, botol, dan kaleng semprot seperti pewangi ruangan.
Barang-barang itu tidak bisa dievakuasi karena kondisi laut yang tidak memungkinkan. Ombak di Selat Karimata yang bisa mencapai 4 meter menghantam KRI tidak memungkinkan barang-barang itu diambil.
KRI Banda Aceh rencananya akan merapat ke Pangkalan Bun pada sore atau malam ini untuk menjemput pasukan katak. Pasukan katak dari TNI AL ini akan membantu proses evakuasi di pencarian Zona 5.
Sementara itu, sudah 7 jasad yang sudah dievakuasi dari laut. Jenazah terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan, salah satunya adalah pramugari Khairunnisa.
Pangkalan Bun - Pagi itu hari Minggu, 28 Desember 2014 ketika cuaca Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah sedang diselimuti awan tebal. Rahmat (44) yang sudah bertahun-tahun menjadi nelayan pun menepikan kapalnya di Pulau Senggora, sebelah selatan Pangkalan Bun.
Awan kelabu tebal bersambung saat itu diiringi oleh hujan tiada henti sejak pagi setelah subuh. Tapi bagi Rahmat, itu bukan halangan untuk tetap melaut.
"Waktu itu sekitar pukul 07.00 WIB saya dengar dentuman keras. Tidak lama dari itu langsung ada kabut, kabut yang biasanya cuma ada di musim teduh (kemarau)," tutur Rahmat mengawali cerita di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014).
Sontak dia pun kaget. Simpulan pertama yang dia lontarkan adalah, "Ada pesawat jatuh ya?" kata dia.
Tapi dua kawan dia sesama nelayan tak percaya akan simpulan itu. Mereka tak berpikir sejauh itu dan memilih menunggu hujan reda, ombak turun, dan kembali melaut.
"Padahal sebelum suara dentuman, kawan-kawan saya lihat ada pesawat dari atas Pulau Senggaro ke arah laut. Katanya agak menurun, tapi habis itu hilang," ujar bapak tiga anak itu.
Hujan tak kunjung reda, hanya berkurang, dan Rahmat pun kembali mencari ikan. Tapi ombak setinggi dua meter kala itu tak menghantarkan ikan untuk Rahmat.Tak ada tangkapan hari itu.
"Besok harinya (Senin) saya pulang. Pas lihat berita ada pesawat hilang, saya langsung ke rumah Pak Lurah dan langsung lapor," kata warga Desa Kubu tersebut.
Rahmat adalah saksi kunci upaya pencarian pesawat berpenumpang 155 tersebut. Lewat petunjuknya, tim Basarnas dan gabungan kemudian menyisir area di sektor V, hingga akhirnya ditemukanlah serpihan dan jenazah.
Jakarta - KRI Bung Tomo telah mengevakuasi 6 jenazah penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ8501. 3 Di antaranya telah teridentifikasi.
Dari 6 jenazah tersebut, 2 sudah dikirim ke Pangkalan Bun. 4 Lainnya masih berada di KRI Bung Tomo, yaitu:
1. Hayati Lutfiah asal Tegalsari, Surabaya
2. Khairunisa Haidar Fauzi (22), pramugari
3. Kevin Alexander
4. Belum teridentifikasi
Keterangan soal identifikasi ini didapat dari komunikasi antara Komandan KRI Bung Tomo Kolonel Yayan dengan MetroTV, Rabu (31/12/2014) pukul 13.55 WIB. Identitas korban diketahui dari identitas yang menempel di tubuh.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih