31 December 2014

Ini Pejabat-pejabat DKI yang Kena "Semprot" Ahok

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama meluapkan kekesalannya kepada hampir semua pejabat eselon di DKI. Satu per satu pejabat "disemprot" oleh Basuki. 

Berbagai kesalahan maupun program yang tidak bisa dikerjakan pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diungkapkan oleh suami Veronica Tan itu, misalnya kepada Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit, yang menghadiri pengarahan tersebut.

"Pak Bukit, dari dua tahun yang lalu saya minta pengadaan yellow box untuk ditempatkan di perempatan di Jakarta. Sampai sekarang, program itu tidak terwujud. Bapak bisa kerjain(pengadaan yellow box) enggak? Kalau tidak, satu set (pegawai Dishub) saya stafkan," ancam Basuki, di Balai Agung, Balai Kota, Rabu (31/12/2014).

Para pejabat eselon II dan III yang menghadiri pengarahan terlihat begitu serius mendengar pernyataan Basuki. Tak ada senyum mengembang dari para pejabat teras Jakarta tersebut. 

Selain Dishub, Basuki juga "menyemprot" Kepala Dinas Tata Ruang DKI Gamal Sinurat. Menurut Basuki, Gamal tak mampu mengendalikan tindakan anak buahnya yang mengubah peruntukan di dalam rencana tata detail tata ruang wilayah (RDTR). 

Ia pun mengancam Gamal untuk dijadikan staf. Setelah itu, ia juga mengancam Kepala Satpol PP DKI Kukuh Hadi Santoso.[Baca: Tutup Tahun 2014, Ahok "Semprot" Pejabat DKI]

"Satpol PP bisa tegas enggak urus PKL atau warga di bangunan liar? Kalau enggak bisa, saya ganti tentara saja, masih banyak 400 kolonel yang menganggur dan non-job. Lebih galak dan lebih kencang kerjanya mereka daripada menganggur," kata Basuki lagi. Sementara itu, Kukuh dan Gamal hanya terlihat mengangguk-angguk.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Joko Kundaryo juga kena "semprot" Basuki. Bahkan, ia mengaku sempat ingin menjadikan Joko sebagai staf biasa non-eselon. 

"Saya hampir copot Pak Joko karena enggak beres urus PKL, koordinasi dong Pak dengan lurah dan camat, data semua PKL-nya," kata Basuki lagi dengan suara meninggi. 

Tangan Basuki kemudian menunjuk Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI Catur Laswanto yang duduk di kursi barisan depan. 

"Pak Catur juga hampir saya stafkan. BUMD DKI jangan sampai tidak profesional, tidak ada titip-menitip partai politik atau dari pihak mana pun. Kalau BUMD enggak kasih untung, lebih baik langsung ganti direksi," ucap dia. 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberi pengarahan kepada para pejabat eselon II dan III yang akan dilantik maupun dimutasi pada 2 Januari 2015 mendatang. Dalam pengarahannya itu, Basuki lebih banyak meluapkan kekesalannya kepada para pejabat itu dibanding dengan memberi masukan dan saran bagi pejabat. 

"Mungkin bapak ibu yang hadir di sini kaget karena saya stafkan atau tidak dapat posisi. Bapak ibu bertanya-tanya apa salah saya sampai akhirnya tidak dapat posisi? Tidak salah. Persoalannya saya enggak bisa lagi menunggu kerja yang mengulur waktu sampai sisa tiga tahun jadi Gubernur," kata Basuki, saat memberi pengarahan kepada para pejabat DKI, di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Rabu (31/12/2014). 

Menurut Basuki, ia lebih baik salah memutuskan untuk menjadikan staf para pejabat DKI, dibanding salah memberi kesempatan kepada pejabat di posisi yang baru. 

Pria yang akrab disapa Ahok tersebut mengungkapkan berbagai strategi pembangkangan yang dilakukan PNS DKI kepadanya. Salah satunya dengan mengulur-ulur waktu untuk bekerja dan akhirnya sebuah program gagal terwujud. 

"Saya jujur saja sudah paranoid. Pembangkangan pegawai itu yang kalau saya tanya, dia bilang tidak tahu dan bilang 'mungkin anak buah saya yang main', ya kamu tetap salah dong tidak bisa mengendalikan anak buah kamu," kata Basuki dengan nada suara yang semakin tinggi. 

Para pejabat DKI yang hadir di Balai Agung seperti Kepala Dinas Tata Ruang Gamal Sinurat, Wali Kota Jakarta Timur HR. Krisdianto, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Putu Indiana, dan lainnya terus mengangguk dengan tangan yang dilipat di dada mendengarkan pengarahan Basuki. 

"Saya sudah muak dengan ngulur waktu dan ngeyel. Saya mau mencoba orang baru untuk di posisi baru, kalau dia salah, tiga bulan diganti. Saya mesti keras bicara di akhir tahun untuk membuktikan saya bukan bacot (bicara besar) doang dan saya tidak takut siapapun, asal Jakarta Baru bisa tewujud," tegas Basuki kesal.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih