Jakarta - CEO AirAsia Tony Fernandes mengunjungi Pangkalan Bun dan bertemu dengan para pimpinan Tim SAR gabungan pencarian dan evakuasi QZ8501. Ia pun menyatakan upaya Tim SAR gabungan itu menyentuh hatinya.
"Saya tersentuh oleh upaya luar biasa dan profesionalisme yang ditunjukan oleh Basarnas, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polri," kata Tony seperti dikutip akun Facebook AirAsia, Rabu (31/12/2014).
Tony sempat bertemu Deputi Bidang Potensi Basarnas Sunarbowo Sandy, Pangkoopsau 1 Marsda Dwi Putranto, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Drs Bambang Hermanu, dan Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran. Mereka melakukan pertemuan tertutup selama 45 menit, namun dalam pertemuan itu Tony bertanya soal kondisi korban dan bodi pesawat.
"Operasi pencarian dan penyelamatan sayangnya terhambat oleh cuaca buruk hari ini. Tapi saya berharap mereka akan dapat melanjutkan pencarian besok," ucap Tony.
AirAsia melalu laman media sosialnya itu menyatakan fokus pada penanganan keluarga korban yang tengah dirundung duka. Hingga saat ini, sudah 6 jasad yang dievakuasi Tim SAR gabungan, 2 di antaranya telah berada di Surabaya.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menyatakan cuaca di sekitar lokasi pencarian dan evakuasi QZ8501 sangatlah buruk. Ia menyebutkan ketinggian ombak hingga kecepatan angin yang menyulitkan kapal-kapal pencari untuk berlayar.
"Cuaca hari ini betul-betul menantang tugas-tugas kita. Ombak sampai 5 meter. Kecepatan angin 40 km/jam. Hujan lebat terutama di daerah pencarian, sehingga hari ini saya dan seluruh jajaran pelaksana di bawah, taruhannya dengan dinamikan cuaca di lapangan," kata Soelistyo di Surabaya, Kamis (31/12/2014).
Untuk mengevakuasi 2 jenazah yang saat ini sudah di RS Bhayangkara Polda Jatim, menurut Soelistyo, tim bertaruh nyawa dengan kondisi cuaca yang tak bersahabat. Setiap anggota tim yang turun mempertaruhkan nyawanya sendiri di tengah cuaca buruk.
"Sebenarnya pada waktu itu mengambil, kita berhasil dengan taruhan antara keselamatan kita sendiri dengan upaya-upaya kita untuk mengambilnya," ucap Soelistyo.
"Dari situ, kita memang ditantang kecepatan, ketepatan dan keakuratan untuk membuat suatu keputusan, sehingga pada akhirnya kita mampu membawa 2 (jenazah)," tambahnya.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 6 jasad penumpang QZ8501. 2 Jasad di antaranya telah berada di Surabaya untuk proses identifikasi agar bisa diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih