JAKARTA, KOMPAS.com - MR (48) menyayangkan perbuatan anak pertamanya, MA (24), yang menghina Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Dia mengatakan, anaknya belum bisa bersikap dewasa yang dapat bertanggung jawab atas apapun yang dia lakukan.
"Dia tuh memang suka main sama anak kecil. Anaknya, gede-gede bloon. Enggak mungkin ada pikiran jahat mau hina-hina Presiden," tutur MR, Rabu (29/10/2014).
Meski demikian, MR mengatakan bahwa MA adalah tulang punggung keluarga. Secara rutin, MA turut membantu memenuhi kebutuhan kedua orangtuanya.
Sebelumnya diberitakan, MA ditangkap oleh polisi di rumahnya di Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (23/10/2014) atas dugaan penghinaan terhadap Jokowi di media sosial Facebook. MA diduga memuat sebuah foto yang melanggar Undang Undang ITE (informasi dan transaksi elektronik dan pornografi.
Kini MA masih menetap di rumah tahanan Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pria 24 tahun yang menjadi pelaku penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, MA, merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Dia pun memiliki tanggung jawab yang besar di dalam keluarganya sebagai salah satu pencari nafkah.
"Imen (panggilan MA) sudah jadi tulang punggung keluarga. Dia biasanya kasih duit setengah lebih dari gajinya. Saya enggak ambil semua, kasih beberapa buat dia jajan, kan uang capeknya dia," kata ibu MA, MR (48), di kediamannya, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (29/10/2014).
Pekerjaan yang dilakoni oleh MA, kata MR, mulai dari kerja serabutan, kerja sebagai tukang sapu di bus transjakarta, hingga jadi anak buah tukang sate di depan pasar induk Kramatjati.
MR pun menilai anaknya itu rajin dan tidak macam-macam sehingga sampai saat ini dia masih heran atas tuduhan terhadap anaknya.
Sementara itu, MR dan ayah MA tidak memiliki pekerjaan tetap. MR kadang bekerja sebagai pengupas bawang dan sesekali membantu tetangganya untuk mencuci dan menyetrika baju. Penghasilan dari kerja buruh bangunan ayah MA juga belum dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.
MR berkeinginan untuk menemui Jokowi dan menyampaikan permohonan maafnya secara langsung. Dia berharap agar Jokowi dapat memiliki belas kasihan dan membebaskan anaknya tanpa syarat.
"Saya mohon, kalau bisa tukar saja sama nyawa saya, tetapi tolong bebaskan anak saya itu. Kasihan dia, dia bilang hanya iseng pas bikin-bikin gambar itu," kata MR.
MA diduga sebagai pelaku yang menghina Jokowi semasa Pemilu Presiden 2014 lalu dengan membuat karikatur tak senonoh yang menggambarkan Jokowi dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Gambar tersebut, yang disebarkan melalui jejaring sosial Facebook itu, disangkakan melanggar Undang-Undang ITE (informasi dan transaksi elektronik) serta pornografi. Kini, MA masih ditahan di Mabes Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih