JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Darul Muttaqin, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama blusukan ke Kanal Banjir Timur.
Ia menepati janjinya beberapa waktu lalu, untuk blusukan di malam hari. Sekitar pukul 19.00 meninggalkan masjid, Basuki 'tancap gas' menyusuri KBT. Mobil dinasnya diparkirkan di jembatan KBT di depan Kompleks Cipinang Elok, Jakarta Timur.
Pria yang akrab disapa Ahok itu langsung bergegas turun dari mobilnya dan menghampiri para pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di kawasan tersebut. "Bapak-bapak ibu-ibu, saya izinkan berdagang di sini. Asal jangan turun ke tengah jalan dan bikin macet ya," ujar Ahok kepada para pedagang yang mengerubunginya.
Para pedagang itu mengangguk. Ahok juga meminta pedagang untuk tidak lagi mempercayai preman dan anggota organisasi masyarakat (ormas) yang gemar menarik retribusi sembarangan.
"Bapak ibu nanti akan didata oleh Sudin UKM Jakarta Timur dan wajib membuka rekening Bank DKI. Kalau sudah didata, jangan dipindahtangankan kiosnya, kalau ketahuan (pindah tangan), kami cabut izin usahanya," ujar dia.
"Bapak ibu nanti akan didata oleh Sudin UKM Jakarta Timur dan wajib membuka rekening Bank DKI. Kalau sudah didata, jangan dipindahtangankan kiosnya, kalau ketahuan (pindah tangan), kami cabut izin usahanya," ujar dia.
Para pedagang itu kembali bersorak dan menyetujui pernyataan Ahok. Mereka berteriak dan berseru. "Hidup Pak Ahok! Hidup Pak Ahok." Aksi ini mengundang pengendara motor mendekatinya dan minta berfoto.
Aksi blusukannya itu berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Dalam blusukannya, ia turut didampingi Wali Kota Jakarta Timur HR. Krisdianto.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih