Jakarta - Anggota Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia, Haris Azhar, berpendapat pasangan Prabowo-Hatta terlihat panik dalam menghadapi hasil quick count beberapa lembaga survei. Sedangkan Jokowi-JK diminta tak perlu bereuforia dahulu.
"Capres nomor satu kelihatan panik dan ingin menyatakan kemenangan. Didukung dengan cara-cara yang kurang simpatik dengan membakar semangat yang saya juga tidak tahu siapa," ujar Haris.
Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers 'Wujudkan Pilpres Damai Tanpa Mengintervensi Suara Rakyat' yang diselenggarakan Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia di Galeri Cemara 6, Jl. HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2014).
Selanjutnya, pria yang juga koordinator Kontras ini menyampaikan pihak Jokowi-JK tak perlu terlalu jauh menyikapi hasil quick count yang diselenggarakan lembaga-lembaga survei. "Itu bukan real count. Masih ada kerja yang harus dilihat dan dikawal," ujarnya.
Haris menyebutkan banyak kecurangan di lapangan dalam proses penghitungan suara ini, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.
"PPATK, Bank Indonesia, dan KPK, semua harus bekerja keras hari-hari ini. Karena ada pengalihan uang yang dialihkan di Jawa Barat dan Jawa Timur, khususnya Madura. Perhatikan alur cash dan gerak-gerik kepala daerah," tutur Haris.
Haris mengimbau para elite untuk tidak memprovokasi masyarakat dan menghormati pesta demokrasi ini.
Hadir pula dalam acara konferensi pers tersebut peneliti LIPI Prof. Mochtar Pabottingi, tokoh agama Romo Benny Susetyo, direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia Ray Rangkuti, Koordinator Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad, dan beberapa anggota Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia yang lain.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih