
Jakarta - Badan Litbang Kompas memprediksi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla bakal bersaing ketat di Jawa. Maklum sebanyak 58 persen dari jumlah pemilih ada di kepulauan ini.
Hasil survei Litbang Kompas yang dipublikasikan di koran Kompas Sabtu (21/6/2014) mencatat duet Jokowi-JK akan unggul tipis yakni 4,5 persen atas pasangan Prabowo-Hatta. Tipisnya selisih atas elektabilitas kedua kandidat memungkinkan terjadinya perubahan perolehan suara pada pemilihan presiden 9 Juli nanti.
Pasalnya peta kekuatan dua calon tersebut di Pulau Jawa cukup berimbang. Di Jawa bagian barat, khususnya di Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat dukungan ke Prabowo-Hatta diperkirakan lebih kuat dibanding Jokowi-JK.
Pasangan Jokowi-JK memiliki dukungan yang lebih kuat di Jawa belahan timur, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun khusus untuk Jawa Timur peta dukungan masih bisa berubah.
Menurut Litbang Kompas, di Jawa Timur yang merupakan wilayah Nahdlatul Ulama sekaligus basis Partai Kebangkitan Bangsa ini masih ada 27 persen warga yang mempunyai hak pilih ragu untuk memberikan suara. Angka massa mengambang di Jawa Timur termasuk yang terbesar dibanding wilayah Jawa lainnya.
Sehingga meski di Jawa Timur duet Jokowi-JK diprediksi menang tipis, namun langkah mereka meraih kemenangan bisa saja tak mulus.
Hasil survei Badan Litbang Kompas mencatat pasangan Jokowi-JK memiliki tingkat keterpilihan sebesar 42,3 persen. Sementara duet Prabowo-Hatta mendapat elektabilitas sebesar 35,3 persen.
Meski pasangan Jokowi-JK unggul namun selisih dengan pesaingnya kian tipis yakni 7 persen. Melihat ketatnya persaingan, Kompas menyebut masih mungkin terjadi perubahan. Apalagi dalam survei itu memperlihatkan bahwa masih ada 22,4 persen responden yang belum menentukan pilihannya. Pemilih mengambang inilah yang akan menjadi lahan perebutan pengaruh untuk menentukan kemenangan kedua kandidat.
Survei Kompas dilakukan dengan mewawancarai 1.950 responden selama kurun waktu 1-15 Juni 2014 di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara sampling error diperkirakan sebesar 2,2 persen. Namun 'nonsampling error' dimungkinkan terjadi.
Hasil survei Litbang Kompas yang dipublikasikan di koran Kompas Sabtu (21/6/2014) mencatat duet Jokowi-JK akan unggul tipis yakni 4,5 persen atas pasangan Prabowo-Hatta. Tipisnya selisih atas elektabilitas kedua kandidat memungkinkan terjadinya perubahan perolehan suara pada pemilihan presiden 9 Juli nanti.
Pasalnya peta kekuatan dua calon tersebut di Pulau Jawa cukup berimbang. Di Jawa bagian barat, khususnya di Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat dukungan ke Prabowo-Hatta diperkirakan lebih kuat dibanding Jokowi-JK.
Pasangan Jokowi-JK memiliki dukungan yang lebih kuat di Jawa belahan timur, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun khusus untuk Jawa Timur peta dukungan masih bisa berubah.
Menurut Litbang Kompas, di Jawa Timur yang merupakan wilayah Nahdlatul Ulama sekaligus basis Partai Kebangkitan Bangsa ini masih ada 27 persen warga yang mempunyai hak pilih ragu untuk memberikan suara. Angka massa mengambang di Jawa Timur termasuk yang terbesar dibanding wilayah Jawa lainnya.
Sehingga meski di Jawa Timur duet Jokowi-JK diprediksi menang tipis, namun langkah mereka meraih kemenangan bisa saja tak mulus.
Hasil survei Badan Litbang Kompas mencatat pasangan Jokowi-JK memiliki tingkat keterpilihan sebesar 42,3 persen. Sementara duet Prabowo-Hatta mendapat elektabilitas sebesar 35,3 persen.
Meski pasangan Jokowi-JK unggul namun selisih dengan pesaingnya kian tipis yakni 7 persen. Melihat ketatnya persaingan, Kompas menyebut masih mungkin terjadi perubahan. Apalagi dalam survei itu memperlihatkan bahwa masih ada 22,4 persen responden yang belum menentukan pilihannya. Pemilih mengambang inilah yang akan menjadi lahan perebutan pengaruh untuk menentukan kemenangan kedua kandidat.
Survei Kompas dilakukan dengan mewawancarai 1.950 responden selama kurun waktu 1-15 Juni 2014 di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara sampling error diperkirakan sebesar 2,2 persen. Namun 'nonsampling error' dimungkinkan terjadi.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih