Dua rute monorel tersebut adalah jalur Hijau (green line) yang merupakan jalur berputar sepanjang 14,275 km dengan 16 stasiun mulai dari Komdak-Kusuma Candra-BEJ-Stadiun Utama-Plaza Senayan-TVRI-Taman Ria Senayan-Gedung MPR/DPR-Pejompongan-Karet-Sudirman-Setiabudi Utara-Kuningan Sentral-Taman-Rasuna-Casablanca-Grand Melia-Satria Mandala. Awalnya, Green line ditargetkan selesai pada tahun 2007.
Jalur lainnya adalah Jalur Biru (blue line) yang merupakan jalur memanjang sepanjang 9,725 km dengan 11 stasiun mulai dari Kampung Melayu-Tebet-Dr Sahardjo-Menteng Dalam-Casablanca-Ambassador-Dharmala Sakti-Menara Batavia-Karet-Kebon Kacang-Tanah Abang-Cideng-Roxy yang seharusnya selesai dibangun akhir 2008.
Menurut Ahok, dalam perjanjian kerja sama (PKS) lama, telah dicantumkan PT JM memiliki hak untuk mengelola lahan seluas 200.000 meter persegi. Hanya saja, dalam PKS tersebut tidak diatur pembayaran sewa lahan tersebut.
“Tinggal kita hitung saja. Kan di dalam PKS lama dicantumkan ada hak untuk mengelola 200.000 meter persegi. Hanya sekarang kita tinggal hitung bayarnya berapa ke Pemprov DKI,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (28/4).
Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan PT JM harus membayar sewa terhadap lahan yang dikelolanya. Karena lahan tersebut milik Pemprov DKI, sehingga PT JM diwajibkan memberikan pembayaran sewa sebagai kompensasi penggunaan lahan.
“Mereka mesti bayar ke kita dong. Itu kan haknya Pemprov DKI. Seperti bayar sewa begitu. Dan kita dapat kompensasi dari situ. Yang penting, pokoknya mereka harus bisa nutup biaya-biayanya,” ujarnya.
Dengan kata lain, lanjutnya, nasib kelanjutan pembangunan monorel tinggal menunggu kesepakatan PT JM untuk membayar sewa lahan yang digunakannya untuk dua rute tersebut.
“Ya, PKS-nya tinggal tunggu itu saja,” tukasnya. [Beritasatu.com]
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih