11 February 2015

Kepsek: Di SMA 3 Jakarta Ini, Banyak Sekali Hal di Luar Dugaan

Kepsek: Di SMA 3 Jakarta Ini, Banyak Sekali Hal di Luar Dugaan
Jakarta - Kepala Sekolah SMA 3 Jakarta, Retno Listyarti, menyatakan sanksi skorsing 39 hari kepada 6 siswa SMA 3 Jakarta sudah tepat. Hal ini karena siswa yang diskorsing itu telah melakukan kekerasan yaitu pemukulan terhadap pria berinisial E. Tak hanya kasus ini saja, Retno mengaku banyak hal di luar dugaan terjadi di sekolah yang ia pimpin itu.

"Di SMA 3 Jakarta ini, banyak sekali hal-hal yang di luar dugaan saya ketika masuk ke sini," kata Retno di SMA 3 Jakarta, Jl Setiabudi II, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2015).

Salah satu hal yang ditemui Retno adalah senioritas. Sejumlah siswa yang ditemui Retno mengaku kerap di-SMS senior untuk membelikan makanan, cukup detail karena ada takaran sambal dan bumbu sejenisnya. Selain itu, junior terkadang disuruh oleh senior untuk membelikan minuman.

"Mulai dari SMS senior ke juniornya, kelas 3 ke kelas 1, yang minta dibelikan bakso lewat SMS, sambel 2 sendok dan jangan pakai bawang dan mecin. Kemudian, kakak kelasnya minta dibelikan lipstick dengan ketentuan warna tertentu dan merek tertentu. Kemudian, ada kakak kelasnya yang punya mobil, ketemu adik kelasnya, minta dibelikan softdrink termasuk untuk orang-orang di dalam mobil tersebut," ujar Retno.

Hal itu mendorong Retno untuk mengubah kebiasaan senioritas. Ia mengaku berusaha mengubah hal yang kurang baik, seperti hubungan antara sekolah, siswa dan warga sekitar sekolah.

"Katanya anak-anak, pelaku pengeroyokan takut memarkir mobil di luar sekolah karena memang sekolah menerapkan kebijakan mobil siswa harus di luar sekolah. Karena, katanya, mobil mereka sudah difoto warga, tapi saya masih baik hati, mengizinkan mereka kalau takut mobilnya dirusak simpan di sekolah. Masukkan ke dalam, nggak apa-apa," ucap Retno.

"Kita hanya ingin melakukan pembinaan terhadap peserta didik yang bersangkutan, maupun peserta didik yang lain, untuk tidak termotivasi melakukan peniruan perbuatan pidana. Segala tindakan kekerasan apa pun dalihnya tak dibenarkan," tutupnya.

Para siswa yang dijatuhi skorsing beralasan bahwa pemukulan kepada pria berinisial E dilakukan sebagai tindakan membela diri. Para orangtua siswa tidak terima dengan hukuman yang dijatuhkan menjelang UN itu dan mengadu ke KPAI hari Jumat lalu.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih