Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berambisi untuk membuat aturan perikanan seperti yang dilakukan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Menurut Susi, Obama membuat aturan sampai setingkat presiden untuk mengamankan laut mereka. Susi juga berharap Indonesia bisa membuat Instruksi Presiden pengelolaan laut Indonesia.
"Contoh adanya kebijakan pelarangan transhipment dan saya berharap bisa juga membuat Inpres UU Fishing seperti yang Obama lakukan. Intinya kuota dan manajemen bisnis fishing di Indonesia harus segera dibenahi," ucap Susi di Intercontinental Hotel, Jakarta, Rabu (03/12).
Susi mengakui tidak mudah membuat UU atau aturan setingkat Instruksi Presiden. Namun ini akan terus dilakukan demi menjaga laut Indonesia. "Jadi semua ini panjang. Mungkin saya harus mengubah beberapa regulasi ke depan. Saya tidak ambisius tetapi ini adalah kebijakan yang akan saya ambil," tegasnya.
Meski belum membuat aturan setingkat Instruksi Presiden, Susi telah membuat aturan setingkat menteri seperti larangan bongkar muat isi kapal di tengah laut atau transhipment. Hal ini dilakukan untuk menekan penyelundupan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di tengah laut Indonesia.
Susi menceritakan penyelundupan BBM subsidi keluar negeri terjadi karena harga BBM subsidi di Indonesia lebih murah ketimbang harga BBM di Malaysia dan Thailand. Sehingga, kata dia, penimbunan di tengah laut pasti akan terjadi.
"Subsidi bahan bakar adalah sumber maksiat tetapi saya tidak tahu bahasa Inggrisnya," ujar Susi di Intercontinental Hotel, Jakarta, Rabu (03/12).
Menurut Susi, seberapa besarpun alokasi subsidi BBM tidak akan pernah cukup untuk dikonsumsi selama harga BBM subsidi masih sangat rendah. Untuk mengantisipasi penjualan ke luar negeri, Susi telah menerapkan kebijakan pelarangan bongkar muat isi kapal di tengah laut atau transhipment.
Susi berharap dengan kebijakan ini tidak ada kapal nelayan nakal yang berani bongkar muat tengah laut yang sebenarnya itu adalah BBM bersubsidi.
Susi menceritakan penyelundupan BBM subsidi keluar negeri terjadi karena harga BBM subsidi di Indonesia lebih murah ketimbang harga BBM di Malaysia dan Thailand. Sehingga, kata dia, penimbunan di tengah laut pasti akan terjadi.
"Subsidi bahan bakar adalah sumber maksiat tetapi saya tidak tahu bahasa Inggrisnya," ujar Susi di Intercontinental Hotel, Jakarta, Rabu (03/12).
Menurut Susi, seberapa besarpun alokasi subsidi BBM tidak akan pernah cukup untuk dikonsumsi selama harga BBM subsidi masih sangat rendah. Untuk mengantisipasi penjualan ke luar negeri, Susi telah menerapkan kebijakan pelarangan bongkar muat isi kapal di tengah laut atau transhipment.
Susi berharap dengan kebijakan ini tidak ada kapal nelayan nakal yang berani bongkar muat tengah laut yang sebenarnya itu adalah BBM bersubsidi.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih