03 December 2014

Aburizal Kembali Jadi Ketum Golkar, Tantangan Pemerintah Semakin Berat

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan HAM yang juga Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Yasonna H Laoly, mengatakan, jalan yang dihadapi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla semakin berat dengan terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2014-2019. Menurut dia, keberadaan Aburizal akan semakin menyolidkan Koalisi Merah Putih yang mengambil peran sebagai oposisi.

"Tentu tidak mudah, kalau enggak kan sudah enak banget. Tapi, saya percaya kalau program baik untuk rakyat, rakyat pasti dukung kita. Saya tidak yakin parpol mau mengorbankan dirinya, mentorpedo program-program yang baik untuk rakyat. Itu namanya bunuh diri politik," kata Yasonna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Ia mengatakan, meski berat, pemerintah harus menghadapi segala rintangan. Untuk memperkuat posisi, kata dia, pemerintah bekerja sebaik-baiknya.

"Kami hadapai saja dengan kerja. Kalau ada resistensi politik, itu kita hadapi saja dengan terbuka, dan tentu akan kita buka terus komunikasi politik dengan semua fraksi yang ada di DPR," kata Yasonna.

Seperti diberitakan, Aburizal terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan 534 surat dukungan dari 537 pemegang suara sah. Tiga suara yang tidak diakui adalah suara dari ormas sayap Golkar, yaitu Kosgoro, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). 

Sesuai AD/ART Munas IX, seorang calon ketua umum terpilih secara aklamasi apabila mendapat dukungan lebih dari 50 persen pemegang hak suara.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih