Partai NasDem Jakarta tak terima ada kadernya yang membelot dari mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat) ke Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Anies-Sandi dinilai tidak fair dalam berpolitik.
"Jadi ada beberapa dari pengurus Partai NasDem itu yang hadir dan difasilitasi oleh Bapak Anies-Sandi untuk dideklarasikan (dukungan--red). Mereka datang juga difasilitasi oleh Anies-Sandi langsung," kata Sekretaris Wilayah DPW NasDem Jakarta Wibi Andrino di kantor Bawaslu, Jl Danau Agung 3 Nomor 5, Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016).
Dia bersama rombongan datang ke kantor Bawaslu pukul 13.10 WIB untuk melaporkan Anies dan Sandiaga yang dinilai telah melakukan penyesatan publik. Wibi melapor ke Bawaslu dan melampirkan dokumen pengunduran diri para kader yang membelot itu. Namun beberapa dari mereka dikatakan Wibi masih aktif.
"Itu hak pribadi mereka," kata Wibi.
Pembacaan dukungan itu diwakili Ketua DPC NasDem Jatinegara Saefudin. Dia mewakili dukungan sejumlah kader NasDem yang membelot ke kubu Anies-Sandi. Bereaksi atas hal itu, Wibi menyebut jumlah mereka hanya sedikit, yakni 10 sampai 15 orang.
"Di situ ada 10 kecamatan dan enam kelurahan. Bagaimana mungkin empat orang atau lima orang tiba-tiba mengklaim puluhan ribu?" kata Wibi.
Untuk kader aktif namun membelot ke Anies-Sandi, sanksi disiapkan. "Penonaktifan, ya," kata Wibi.
Ada kain latar belakang alias backdrop yang dipermasalahkan Wibi. Kain latar belakang itu bertuliskan kata-kata yang memuat klaim sepihak bahwa NasDem tingkat kecamatan dan kelurahan Jakarta Timur mendukung Anies-Sandi. Padahal hanya beberapa orang dari NasDem yang membelot.
"Dia (Anies) salah satu deklarator ormas NasDem, pasti di situ ada konfirmasi, tapi nyatanya nggak ada konfirmasi. Malah langsung difasilitasi bikin backdrop deklarasi NasDem se-Jakarta Timur seluruh kecamatan, seluruh kelurahan," ujar Wibi.
Dia sangat menyesalkan sikap Anies yang disebutnya sebagai salah satu deklarator ormas Nasional Demokrat. Klaim itu dimunculkan tanpa konfirmasi ke NasDem terlebih dulu.
"Bagaimana mungkin seorang intelektual cerdas dan pendidik seperti Pak Anies dan pengusaha yang punya laporan (keuangan) paling besar dibanding calon lain kini menerima beberapa orang dari partai yang sudah resmi menyatakan dukungan ke Ahok-Djarot? Kok diterima? Ini menjadi satu pemikiran kita, apa cocok? Itu etika dibablas, menurut saya tidak masuk di nalar," tutur Wibi.
"Jadi ada beberapa dari pengurus Partai NasDem itu yang hadir dan difasilitasi oleh Bapak Anies-Sandi untuk dideklarasikan (dukungan--red). Mereka datang juga difasilitasi oleh Anies-Sandi langsung," kata Sekretaris Wilayah DPW NasDem Jakarta Wibi Andrino di kantor Bawaslu, Jl Danau Agung 3 Nomor 5, Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016).
Dia bersama rombongan datang ke kantor Bawaslu pukul 13.10 WIB untuk melaporkan Anies dan Sandiaga yang dinilai telah melakukan penyesatan publik. Wibi melapor ke Bawaslu dan melampirkan dokumen pengunduran diri para kader yang membelot itu. Namun beberapa dari mereka dikatakan Wibi masih aktif.
"Itu hak pribadi mereka," kata Wibi.
Bukti pelaporan NasDem ke Bawaslu (Kanavino/detikcom)
|
Pembacaan dukungan itu diwakili Ketua DPC NasDem Jatinegara Saefudin. Dia mewakili dukungan sejumlah kader NasDem yang membelot ke kubu Anies-Sandi. Bereaksi atas hal itu, Wibi menyebut jumlah mereka hanya sedikit, yakni 10 sampai 15 orang.
"Di situ ada 10 kecamatan dan enam kelurahan. Bagaimana mungkin empat orang atau lima orang tiba-tiba mengklaim puluhan ribu?" kata Wibi.
Untuk kader aktif namun membelot ke Anies-Sandi, sanksi disiapkan. "Penonaktifan, ya," kata Wibi.
Ada kain latar belakang alias backdrop yang dipermasalahkan Wibi. Kain latar belakang itu bertuliskan kata-kata yang memuat klaim sepihak bahwa NasDem tingkat kecamatan dan kelurahan Jakarta Timur mendukung Anies-Sandi. Padahal hanya beberapa orang dari NasDem yang membelot.
"Dia (Anies) salah satu deklarator ormas NasDem, pasti di situ ada konfirmasi, tapi nyatanya nggak ada konfirmasi. Malah langsung difasilitasi bikin backdrop deklarasi NasDem se-Jakarta Timur seluruh kecamatan, seluruh kelurahan," ujar Wibi.
Dia sangat menyesalkan sikap Anies yang disebutnya sebagai salah satu deklarator ormas Nasional Demokrat. Klaim itu dimunculkan tanpa konfirmasi ke NasDem terlebih dulu.
"Bagaimana mungkin seorang intelektual cerdas dan pendidik seperti Pak Anies dan pengusaha yang punya laporan (keuangan) paling besar dibanding calon lain kini menerima beberapa orang dari partai yang sudah resmi menyatakan dukungan ke Ahok-Djarot? Kok diterima? Ini menjadi satu pemikiran kita, apa cocok? Itu etika dibablas, menurut saya tidak masuk di nalar," tutur Wibi.
Bukti pelaporan NasDem ke Bawaslu (Kanavino/detikcom)
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih