21 August 2016

Pasrah direlokasi, warga Bukit Duri mulai mengemasi barang-barang

Warga RT 15 RW 12 Bukit Duri Tanjakan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan terlihat sudah mulai mengemas barang-barang. Rencananya mobil angkutan Pemprov DKI Jakarta akan mengangkut semua barang warga ke Rusun Rawa Bebek, Bekasi, hari ini mulai pukul 08.00 WIB. 

"Hari ini kita akan pindahkan barang-barang," kata Ujang (46), warga setempat ketika berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Minggu (21/8). 

Ujang dan sebagian warga Warga Bukit Duri Tanjakan ini sudah mendapat kunci di Rusun Rawa Bebek. Di rusun mereka mendapat masing-masing satu unit kamar berukuran 5 x 7 m2. Di dalamnya terdapat dua buah kamar tidur, satu ruang tamu, satu dapur dan satu kamar mandi serta ruang jemuran. 

Jika dibandingkan dengan rumah miliknya, Ujang menilai ukuran rumah di rusun tergolong kecil. Selain itu, dengan adanya pemindahan ini, usaha dagang yang dia lakukan dikhawatirkan akan mandek.

"Kita kan sewa di sana. Nah di sini kita rumah sendiri terus usaha kita juga pasti berhenti," keluh ujang. 

Sementara itu warga lainnya, Rojak (43) mengaku pasrah dengan relokasi ini. Meski tidak mendapat ganti rugi atas tanah dan rumah miliknya, dia mengatakan masih memikirkan hal jauh ke depan yakni nasib anak-anaknya. 

"Setiap tahun tanah mengikis. Takut longsor aja," jelas dia. 

Hari ini Pemprov DKI dijadwalkan akan memindahkan semua barang-barang milik warga RT 15 RW 12. Beberapa hari sebelumnya, sebagian warga sudah memudahkan barang-barang milik mereka. 

Relokasi ini merupakan bagian dari normalisasi Kali Ciliwung. Sekira 400 kepala keluarga akan dipindahkan ke dua rusun yakni Rusun Rawa Bebek dan Rusun Cipinang Besar Selatan.

Warga Bukit Duri, Jakarta Selatan menilai Pemrov DKI Jakarta ingkar janji terkait relokasi ke Rusun Rawa Bebek, Bekasi. Kata warga, sebelumnya Pemprov pernah menjanjikan adanya ganti rugi atas tanah dan rumah tinggal mereka.

"Jangankan rumah warga, pohon juga kena ganti rugi. Itu Pak Jokowi dulu yang ngomong," kata Marmin (39) warga RT 3/RW 11 Bukit Duri ketika berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Minggu (21/8).

"Katanya juga akan bangun rumah deret, disuruh tanda tangan tapi kapan?" imbuh dia.

Marmin dan beberapa warga dari RT 3 memilih bertahan sampai ada keputusan tetap dari Pengadilan Jakarta Pusat. Mereka dijadwalkan akan menghadiri sidang negosiasi di PN Jakpus besok, Senin (22/8).

"Kita sudah menggugat ini ke PN Jakpus. Besok kita siap," jelasnya.

Selain janji ganti rugi, aku Marmin, warga juga keberatan dengan biaya sewa rusun. Selain itu, pemindahan ini diakuinya membawa beban terkait usaha dagang dan anak sekolah mereka. Alasan itulah mereka memilih bertahan sampai Pemprov DKI bertanggung jawab untuk biaya ganti rugi. 

"Kita terima pindah cuma kita keberatan dengan biaya sewa. Kita mintanya Rusunami," jelas dia.

Ketua RT 03/RW 11, Amaruh (77) mengatakan, permintaan ganti rugi barangkali menjadi kecemburuan bagi warga lain yang terkena program normalisasi Kali Ciliwung. Namun, permintaan Rusunami dipertimbangkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kita maunya Rusunami ya. 50 persen ditanggung Pemprov DKI, 20 persen oleh pengembang dan 30 persennya warga," jelas dia kepada merdeka.com.

Tiga RW di Bukit Duri direlokasi ke dua rusun yakni Rusun Rawa Bebek dan Rusun Cipinang Besar Selatan. Relokasi ini merupakan bagian dari normalisasi Kali Ciliwung. Masing-masing warga mendapat sebuah hunian baru berukuran 5x7 m2. Untuk tiga bulan pertama warga akan dibebaskan dari biaya sewa. S

Program relokasi ini sudah dimulai tahun lalu di Kampung Pulo. Dalam catatan merdeka.com, terjadi penolakan besar-besaran dari relokasi ini di mana warga setempat menghadang petugas yang hendak membongkar rumah warga.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih