Merdeka.com - Saling lempar komentar antara Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belakangan terus terjadi. Bekas teman satu partai di Gerindra itu adu komentar soal kasus dugaan korupsi pengalihan lahan RS Sumber Waras.
Terbaru, Fadli Zon menantang Ahok berdebat soal kasus tersebut. Sebab, selama ini Ahok selalu menegaskan tak ada kerugian dalam negara dalam pengalihan lahan itu.
"Saya berani tuh berdebat sama Ahok, untuk menunjukan ini. Karena saya kira dia jangan hanya bermulut besar gitu," kata Fadli, Rabu (16/3).
Fadli menuturkan alasannya berani mengatakan hal itu. Mulai dari laporan BPK RI yang menyatakan potensi kerugian negara hingga Rp 750 M dalam kasus itu, hingga Ahok tak perlu membelinya karena status lahan Sumber Waras yakni Hak Guna Bangunan (HGB) akan habis izinnya pada 2018.
"Belum lagi dari segi proses yang agak janggal pencairan dana dan sebagainya yang dilakukan bukan pada hari-hari biasa, bukan hari kerja," katanya.
Seperti biasa, Ahok tak mau tinggal diam. Mantan anggota DPR itu nampak kesal menanggapi tantangan berdebat dari Fadli Zon.
Ahok mengaku tidak takut dengan tantangan itu. Ahok yakin bakal menang bila berdebat soalkorupsi RS Sumber Waras.
Saking kesalnya, Ahok bahkan menduga Fadli Zon bakal mengajaknya bertarung di atas ring. Namun, jika hal itu terjadi Ahok percaya bakal menjatuhkan Fadli Zon secara KO.
"Ngajak saya duel berdebat begini. Lama-lama dia kalah berdebat ngajak saya naik ke ring. Kalau naik ring saya jamin Fadli Zon KO sama saya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (17/3).
Tak cuma itu, Ahok lantas balik menuding Fadli Zon tidak mengerti tata negara. Seharusnya, dalam kasus ini, Komisi III memanggil KPK dan BPK bila ingin menanyakan perkembangan kasus itu.
Selain itu, terhambatnya kasus ini karena KPK belum menemukan alat bukti atas dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras itu. Alasan memanggil BPK adalah karena instansi ini lah yang melakukan audit investigasi keuangan daerah dalam pembelian lahan itu.
"Fadli Zon dia itu ngerti tata negara yang milih BPK kan DPR, KPK juga DPR komisi III. Kalau dia meragukan hasil audit investigasi KPK ya mereka panggil dong BPK atau KPK ke DPR," katanya.
Terbaru, Fadli Zon menantang Ahok berdebat soal kasus tersebut. Sebab, selama ini Ahok selalu menegaskan tak ada kerugian dalam negara dalam pengalihan lahan itu.
"Saya berani tuh berdebat sama Ahok, untuk menunjukan ini. Karena saya kira dia jangan hanya bermulut besar gitu," kata Fadli, Rabu (16/3).
Fadli menuturkan alasannya berani mengatakan hal itu. Mulai dari laporan BPK RI yang menyatakan potensi kerugian negara hingga Rp 750 M dalam kasus itu, hingga Ahok tak perlu membelinya karena status lahan Sumber Waras yakni Hak Guna Bangunan (HGB) akan habis izinnya pada 2018.
"Belum lagi dari segi proses yang agak janggal pencairan dana dan sebagainya yang dilakukan bukan pada hari-hari biasa, bukan hari kerja," katanya.
Seperti biasa, Ahok tak mau tinggal diam. Mantan anggota DPR itu nampak kesal menanggapi tantangan berdebat dari Fadli Zon.
Ahok mengaku tidak takut dengan tantangan itu. Ahok yakin bakal menang bila berdebat soalkorupsi RS Sumber Waras.
Saking kesalnya, Ahok bahkan menduga Fadli Zon bakal mengajaknya bertarung di atas ring. Namun, jika hal itu terjadi Ahok percaya bakal menjatuhkan Fadli Zon secara KO.
"Ngajak saya duel berdebat begini. Lama-lama dia kalah berdebat ngajak saya naik ke ring. Kalau naik ring saya jamin Fadli Zon KO sama saya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (17/3).
Tak cuma itu, Ahok lantas balik menuding Fadli Zon tidak mengerti tata negara. Seharusnya, dalam kasus ini, Komisi III memanggil KPK dan BPK bila ingin menanyakan perkembangan kasus itu.
Selain itu, terhambatnya kasus ini karena KPK belum menemukan alat bukti atas dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras itu. Alasan memanggil BPK adalah karena instansi ini lah yang melakukan audit investigasi keuangan daerah dalam pembelian lahan itu.
"Fadli Zon dia itu ngerti tata negara yang milih BPK kan DPR, KPK juga DPR komisi III. Kalau dia meragukan hasil audit investigasi KPK ya mereka panggil dong BPK atau KPK ke DPR," katanya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih