16 April 2015

Ketika PM Norwegia Menciumi Tangan Orang-orang Rimba...

KOMPAS.com/Sabrina AsrilPresiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg di Istana Merdeka, Selasa (14/4/2015).

JAMBI, KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Norwegia, Erna Solberg, mencium tangan orang rimba saat kunjungannya ke pemukiman orang rimba di Senamat Ulu, Kabupaten Bungo (Jambi), Rabu (16/4/2015) kemarin.

Pemandangan menarik itu terlihat ketika Erna mengunjungi induk-induk (perempuan) orang rimba di tenda-tenda pemukiman orang rimba setelah mengadakan dialog dengan bapak-bapak orang rimba binaan KKI WARSI.

Awalnya, Ernamenyapa anak orang rimba dan anak tersebut menyalaminya dengan mencium tangan. Erna lalu bertanya mengapa harus mencium tangan? Setelah mendapat jawaban bahwa mencium tangan adalah tradisi hormat dengan seseorang, Erna pun kembali mencium tangan sang anak rimba. Bahkan, hal itu dilakukan Erna kepada wanita dewasa dan wanita tua di permukiman tersebut.

Pemandangan itu tentu menjadi perhatian rombongan dan semua yang hadir saat itu. Sebab, apa yang dilakukan Erna memang terlihat ganjil mengingat statusnya sebagai adalah Kepala Pemerintahan.

Erna ingin mengetahui langsung kondisi orang rimba, dulu, sekarang yang akan datang. Dia pun mendapat penjelasan dari Manager Komunikasi KKI WARSI, Rudi Syaf. 

Erna bersama orang rimba melakukan dialog tentang kawasan hutan dan penghidupan di hutan. Dari dialog itu diketahui bahwa orang rimba kian terjepit dari hutan dan sangat penting sekali menemukan cara untuk melindungi hutan, agar orang rimba bisa tetap bertahan di dalam hutan.

"Kami sudah terbatas mencari penghidupan di hutan, tidak bisa lagi berburu babi serta mendapatkan hasil hutan seperti getah balam dan jernang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sebagian besar hutan sebagai wilayah jelajah mereka sudah habis," kata salah satu warga.

Salah satu perwakilan orang rimba sebelumnya mengatakan kepada PM Norwegia bahwa kehidupan mereka kian terjepit karena hutan sudah berubah menjadi perkebunan sawit yang dikelola perusahaan.

Mereka kesulitan mendapatkan hasil hutan untuk dijual dan kesulitan mencari sumber protein di hutan. Selain itu, mereka merasa terdesak dan dilarang oleh warga desa jika ingin mengola lahan menjadi lahan pertanian.

Sementara itu, Rudi Syaf mengatakan, di Hutan Bungo orang rimba terdata 57 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 137 jiwa.

Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg, tak segan berlumuran lumpur saat menemui orang rimba di kawasan hutan adat di Senawat Ulu Kabupaten Bungo, Jambi, Rabu Sore.
PM Solberg dan rombongan meninjau kawasan hutan sebagai bentuk peduli negaranya terhadap kerusakan hutan. Perjalanan ekstrem yang dilewati Solberg memang cukup menegangkan, di samping jalan yang memang berlumpur, jalan juga disiram hujan sejak siang.
PM Norwegia dikawal puluhan Paspampres RI dan pengamanan khusus Norwegia. Di setiap simpang yang dilewati menuju hutan juga dijaga TNI dan Polri berpakaian lengkap.
Dua jam perjalanan, PM Solberg dan Sekretaris Negara Norwegia, didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya beserta Gubernur Jambi Hasan Basri menemui jalan tanah mendaki dan licin. Satu persatu mobil rombongan pun terperosok.
Parahnya lagi, untuk menuju hutan adat dan permukiman orang rimba, mobil yang ditumpangi Solberg dan rombongan harus menyeberangi sungai bebatuan. Untuk menghindari terperosoknya mobil di aliran sungai, mobil alat berat pun disiagakan.
Sekitar 800 meter mencapai permukiman orang rimba, dua mobil patroli pengawal tidak bisa mendaki tanjakan menjulang sepanjang 100 meter karena kondisi jalan yang licin. Akibatnya mobil pengawalan pun terperosok.
Melihat kondisi itu, PM Norwegia akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki di tengah hujan. Tak ayal, Solberg harus bergumul dengan lumpur sebelum sampai ke tujuan.
Meski begitu, Solberg terlihat menikmati perjalanan melewati jalan tanah yang lengket, Paspamres pun sibuk menggandeng PM Solberg karena dikhawatirkan akan tergelincir ketika berjalan.
Meski cukup jauh PM Solberg berjalan di tengah hujan, kondisi fisiknya tetap stabil. Bahkan dia terkadang menolak tawaran untuk digandeng pengawal.
Tiba di permukiman, PM Solberg langsung berdialog dengan orang rimba dengan bantuan pengalih bahasa. Dia ingin mengetahui kehidupan orang rimba yang sebenarnya, sejak dulu dan kondisi sekarang.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih