(dari kiri ke kanan) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Presiden Joko Widodo, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, saat meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) di SMA 2, Olimo, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku pernah menantang Kepala SMA Negeri 3 Retno Listyarti untuk menjadi Kepala Dinas Pendidikan DKI. Ketika Basuki masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI, Retno pernah menghadapnya dan memberi ide-ide soal pendidikan.
"Waktu itu kan waktu saya jadi Wagub, beliau datang kasih masukan macam-macam ke saya soal pendidikan. Saya bilang, 'Anda PNS berani enggak jadi kepala dinas?' Dia kan punya ide macam-macam tuh. Jadi saya tantang balik," ujar Basuki di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2015).
Basuki menuturkan, Retno juga menyerahkan kumpulan tanda tangan dukungan untuk menjadi kepala dinas. Retno sempat tidak lulus dalam tes pertama menjadi kepala sekolah, tetapi akhirnya lulus setelah tes kedua.
Basuki menyimpulkan bahwa banyak sekali orang yang pandai mengomentari sesuatu. Padahal, semua tidak semudah yang dibicirakan. Hal ini termasuk bidang pendidikan yang selama ini gencar disuarakan oleh Retno.
"Enggak bisa juga, makanya kadang-kadang orang itungomentarin orang lain kadang lebih gampang. Tapi kalau disuruh jadi, jadi Kadisdik, kan bukan soal punya ide, tapi punya keberanian enggak untuk eksekusi," ujar Ahok, sapaan Basuki.
Ahok berjanji bahwa Dinas Pendidikan DKI akan menuntaskan permasalahan Retno. Mengutip komentar Kepala Dinas Pendidikan Arie Budiman, Ahok mengatakan bahwa Retno tidak boleh lagi menjadi kepala sekolah. Apa pun alasan yang dilontarkan Retno, bukanlah alasan untuk meninggalkan anak didiknya di waktu ujian nasional. (Baca Ahok: Retno Listyarti Mesti Dipecat dari Kepala Sekolah)
"Karena kan orang lagi ujian, harusnya kepala sekolah yang bertanggung jawab ada di tempat ujian itu," ujar Ahok.
Ketika SMAN 3 menggelar ujian nasional pada Selasa (14/4/2015), Retno mendatangi SMAN 2, Olimo, Jakarta Barat. Saat itu Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, serta Basuki tengah meninjau pelaksanaan UN di SMAN 2. (Baca Keluyuran Saat UN, Kepala SMAN 3 Setiabudi Terancam Kena Sanksi)
Retno mengaku siap diberi sanksi jika dianggap salah. Namun, ia merasa tidak melakukan kesalahan karena kedatangannya ke tempat tersebut dilakukan untuk memenuhi wawancara dengan sebuah stasiun televisi. (Baca Kepala SMAN 3 Mengaku Siap Diberi Sanksi oleh Ahok, asal...)
"Selain kepala sekolah, saya juga petinggi organisasi guru. Saya diwawancarai tentang kebocoran soal UN (ujian nasional). Itu peran saya sebagai petinggi organisasi guru," ujar Retno.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak bisa menerima alasan Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 3, Setia Budi, Jakarta Selatan, Retno Listyarti, soal ketidakhadirannya di sekolah ketika anak didiknya akan menghadapi Ujian Nasional. Meski Retno mengaku telah kembali ke sekolah pada pukul 07.26 WIB, menurut pria yang kerap disapa Ahok ini, Retno telah terlambat.
"Anda kepala sekolah. Anda datang ujian, dia tulis pada saya, dia tiba 7 lewat 26 menit. Itu mah anak-anak udah masuk. Udah teng, mulai. Anak-anak udah mulai ngisi," ujar Ahok di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2015).
Retno Listyarti diketahui tidak berada di sekolahnya saat penyelenggaraan ujian nasional (UN), Selasa (14/4/2015) ini. Retno justru berada di SMAN 2 saat Presiden Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan melakukan tinjauan penyelenggaraan UN (baca selengkapnya:Keluyuran Saat UN, Kepala SMAN 3 Setiabudi Terancam Kena Sanksi).
Di SMAN 2, Retno juga terlihat melakukan sesi wawancara dengan salah satu televisi swasta. Menurut Ahok, Retno telah mementingkan agenda wawancara dengan stasiun televisi daripada mendampingi murid-muridnya.
Selain menjadi kepala sekolah, Retno menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Akan tetapi, kata Ahok, perannya sebagai kepala sekolah lebih penting pada saat itu.
"Apakah begitu penting wawancara dengan TV?" ujar Ahok.
Ahok pun memastikan Retno akan dikenakan sanksi. Hal tersebut akan dia serahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budiman (baca juga: Ahok: Retno Listyarti Mesti Dipecat dari Kepala Sekolah).
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, seharusnya kepala sekolah berada di sekolahnya masing-masing untuk mengawasi peserta didiknya dalam melaksanakan ujian. Karena itu, ia akan memberi sanksi kepada Retno.
"Saya kira Gubernur menyatakan tidak suka dengan kondisi seperti itu. Kami pasti akan berikan sanksi, teguran," kata Arie.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih