19 March 2015

Cerita Ahok Diminta Tulis Kata Pengantar di Buku Anak Alex Usman

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku pernah diminta anggota fraksi Gerindra DPRD DKI Rina Aditya Sartika untuk menulis kata pengantar di buku kampanyenya saat menjadi calon legislatif. 

Kendati demikian, Basuki yang juga merupakan mantan kader Partai Gerindra itu langsung menolak permintaan putri Kepala Seksi Sarana Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Selatan Alex Usman tersebut.  

"Dulu Rina anaknya Alex saya juga enggak tahu. Saya dulu pernah satu kali ketemu Rina saat dia jadi caleg Gerindra. Dia datang bawa buku judulnya Betawi apa gitu, minta saya menulis kata pengantar," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Kamis (19/3/2015). 

"Setelah saya baca-baca (bukunya), ngeri lah kita, terus enggak jadi (tulis kata pengantar)," ucap Basuki. [Baca: Ahok Beberkan Modus Putri Alex Usman Adakan Buku di APBD 2014]

Saat itu, Basuki pun mengaku tidak tahu bahwa pengadaan buku kampanye tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 dalam pos anggaran Dinas Pendidikan. 

Pada akhirnya, Basuki bersyukur akhirnya tidak jadi menuliskan kata pengantar di buku Rina tersebut. 

"Saya juga enggak tahu dia anak Alex Usman, saya cuma tahu dia caleg Gerindra. Dia sering minta saya bantu kampanye, itu pun saya tolak. Sudah disiapin tempat, dia suruh saya datang, saya tolak semua jadwalnya," kata Basuki.  

Adapun keenam judul buku yang telah diterbitkan dan pengadaannya menggunakan pos anggaran Dinas Pendidikan di APBD DKI 2014 dan diduga buku "kampanye" Rina adalah "Dari Kampoeng Hingga Metropolitan", "Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi", "Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit", "Dari Delman Menuju MRT", "Perempuan Betawi Menyusui", dan Urban Batavia Urban Jakarta". 

Berdasarkan dokumen APBD 2014, anggaran pengadaan buku itu terbilang fantastis. Buku "Dari Delman Menuju MRT" dianggarkan untuk siswa SD, SMP, SMA, dan SMK. 

Untuk siswa SD, anggarannya Rp 830 juta, alokasi SMP senilai Rp 600 juta, untuk siswa SMA sebesar Rp 500 juta, dan untuk siswa SMK sebesar Rp 500 juta. 

Sementara anggaran buku "Urban Batavia Urban Jakarta" senilai Rp 500 juta. Buku "Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit" untuk siswa SMA dan SMK sebesar Rp 500 juta dan buku "Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi" senilai Rp 500 juta.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih