20 February 2015

Tanpa Didampingi JK, Jokowi Beri Arahan ke Wali Kota se-Indonesia di Bogor

Bogor - Presiden Joko Widodo kembali mengumpulkan kepala daerah di Istana Bogor. Kali ini giliran wali kota yang dikumpulkan.‎ Namun Wapres Jusuf Kalla belum tampak hadir dalam acara tersebut.

Jokowi ditemani oleh Kepala Bapenas Adrinof Chaniago, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri Pertanian Amran Sulaeman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Kepala BPKM Franky Sibarani. Hanya ada tiga wali kota saja yang belum datang dalam acara ini. Mereka adalah wali kota asal Aceh dan Bima.

"Mungkin siang baru bisa merapat," kata Mendagri Tjahjo Kumolo saat membuka acara di Ruang Garuda, Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2015).

‎Dalam kesempatan ini, Tjahjo juga sempat menyampaikan berita duka cita soal meninggalnya Sultan Ternate Mudaffar Sjah dan Wali Kota Cirebon. "Kita doakan agar diterima di sisi Allah," sambungnya.

Sementara itu Jokowi sendiri sempat berbicara soal target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di saat negara-negara lain menurunkan, Indonesia justru malah menaikan target.

"Kita dari 5,1 justru kita naikkan menjadi 5,7," kata Jokowi yang berbicara usai Tjahjo.

Jokowi berharap diskusi kali ini dapat menjadi ajang para wali kota menjelaskan permasalahan apa yang dihadapi. Acara seperti ini juga akan digelar setiap 3-4 bulan sekali.

Presiden Joko Widodo mengingatkan para bupati dan wali kota se-Indonesia mengenai target pertumbuhan ekonomi tahun ini, yakni 5,7 persen. Hal itu disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan bupati/wali kota yang berlangsung di Istana Bogor, Jumat (20/2/2015).

Jokowi meminta jajaran kepala daerah bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mencapai target tersebut. 

"Tahun kemarin pertumbuhan ekonomi kita 5,1 persen," kata Jokowi, dalam pidato pembukaan rapat koordinasi dengan bupati dan walikota seluruh Indonesia tersebut. 

Tahun ini, kata Jokowi, Indonesia harus meningkatkan target pertumbuhan ekonominya,  sementara negara-negara lain justru menurunkan target pertumbuhan ekonomi mereka. 

Sebagai contoh, kata dia, negara tetangga Malaysia yang menurunkan target ekonominya menjadi 5,1 persen dari tahun sebelumnya 5,8 persen. Demikian juga dengan Tiongkok dan Singapura yang mengurangi target pertumbuhan ekonomi. 

Jokowi juga mengingatkan beratnya target pertumbuhan ekonomi yang harus dicapai pemerintah dalam tiga tahun ke depan.

"Karena target kita tiga tahun ke depan harus di atas 7 persen, beratnya ada di situ, dengan kondisi internal yang saat ini kanan kiri depan belakang menurunkan target ekonominya," tutur Presiden.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam acara Musrenbangnas RPJM 2015-2019 pada 18 Desember 2014 di Hotel Bidakara. Rakor ini bertujuan membahas agenda prioritas pemerintah dan pembangunan yang mencakup kedaulatan pangan, infrastruktur, potensi kelautan, sumber daya alam, dan energi. Hal lain yang dibahas dalam rakor ini berkaitan dengan kendala dalam perizinan, pelayanan, tumpang tindih, serta peraturan perundang-undangan dan ego sektoral. 

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang hadir dalam rakor tersebut menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno dan anggota DPD Sultan Ternate Mudaffar Sjah.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih