BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Kota Bandung telah mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo untuk membangun dan memperbaiki fasilitas serta ornamen-ornamen hiasan di Kota Bandung, tanpa harus melalui prosedur lelang.
Emil—sapaan akrab Ridwan Kamil—menjelaskan, pembangunan dan perbaikan fasilitas serta aksesori Kota Bandung ini dilakukan dalam rangka persiapan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 24 April 2015 mendatang.
"Suratnya sudah datang dari Presiden yang membolehkan (membangun) asal Pemkot Bandung dikawal oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), BPKP, dan Kejaksaan karena penunjukan langsung ada prosedurnya. Diharapkan (prosedurnya) satu minggu selesai," kata Emil di Balai Kota Bandung, Senin (23/2/2015).
Salah satu peroyek yang akan dikerjakan oleh Pemkot Bandung adalah pembangunan tiga monumen KAA baru di tiga lokasi, yakni di Alun-alun, Simpang Lima, dan di depan gerbang Tol Pasteur. "Karena waktunya mepet, jadi tidak perlu melalui lelang," ujar dia.
Salah satu monumen KAA yang akan dibangun di Simpang Lima, lanjut Emil, nantinya akan menggantikan monumen lama yang bernama Monumen Air Mancur Dasasila Bandung yang dibuat oleh seniman terkenal, Sunaryo. "Bentuknya nanti tower jam. Desainnya keroyokan arsitek Bandung," ujar dia.
Bukan dihancurkan, Monumen Dasasila Bandung karya Sunaryo nantinya akan dipindahkan ke dekat Jalan Cikapundung. "Monumen sekarang karya Sunaryo sudah sepakat akan di sebelah PLN," kata Emil.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih