Merdeka.com - Duta Besar Indonesia untuk Brasil, Toto Riyanto, telah tiba di Tanah Air setelah akhir pekan lalu ditolak bertugas secara kontroversial. Seusai melapor Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi, hari ini, Senin (23/2), Toto mengaku akan segera menemui Presiden Joko Widodo.
Dia mengaku siap membeberkan proses penolakan kontroversial itu kepada RI-1 untuk menentukan respon balik yang tepat kepada Negeri Samba.
"Langkah yang akan datang saya akan menghadap presiden dahulu," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat.
Toto menceritakan ulang bagaimana cara Presiden Brasil Dilma Roussef menolak memberikan surat kepercayaan (credentials) kepadanya terhitung tidak pantas. Soalnya tidak ada pemberitahuan apapun sebelum dia datang ke Istana Kepresidenan Brasil pada tanggal 20 Februari lalu. Tanpa surat itu, setiap diplomat tidak sah bertugas di negara tujuan.
Toto mengaku mendapat undangan dari Deplu brasil untuk acara tanggal 20 Februari pukul 9 pagi (Jumat waktu Indonesia). "Saya diminta mengikuti penyerahan credentials. Pukul 8:15 pihak Brasil menjemput saya di wisma indonesia. Saya lakukan sesuai petunjuk waktu itu."
Diplomat karir ini menyesalkan penolakan di detik-detik terakhir, ketika dia datang justru atas undangan Kementerian Luar Negeri Brasil. Di Istana Kepresidenan, Toto masih merasa semua baik-baik saja karena bertemu dubes lain dari Venezuela, Panama, hingga El Salvador yang juga akan diberi credentials.
Mendadak, ketka akan mengikuti upacara penyerahan credentials, Toto dipanggil oleh Menlu Brasil Luiz Alberto Figueiredo Machado ke satu ruangan. Machado mengatakan penyerahan surat kepercayaan untuk Indonesia itu ditunda.
"Saya menanyakan apa penyebabnya. Namun kita sudah tahu semua ini soal hukuman mati (WN Brasil). Di situlah saya merasa ini tidak wajar," urai Toto.
Mendengar laporan Toto, Menlu Retno marah besar akhir pekan lalu. Kemenlu langsung memanggil dubes Brasil untuk Indonesia Jumat (20/2) malam pukul 22.15,
"Kami langsung memberikan nota protes keras kepada Dubes Brasil. Selain itu, kami minta dubes Indonesia untuk Brasil kembali ke Jakarta hingga waktu yang tidak ditentukan," kata Menlu Retno di kesempatan terpisah.
Pemicu retaknya hubungan diplomatik RI-Brasil adalah eksekusi mati Michael Archer Cardoso, WN Brasil yang jadi kurir narkoba, di Cilacap pada 17 Januari lalu.
Belakangan, ada satu lagi warga Brasil yang hendak dieksekusi. Yakni Rodrigo Gularte, sama-sama terlibat kasus narkoba. Dia kini masih ada di sel isolasi Lapas Batu, Nusakambangan.
Saat ditemui di Istana Bogor, Presiden Jokowi menilai Brasil menjalankan diplomasi tanpa tata krama. "Itu menurut saya sebuah tata krama yang tidak lazim," ujarnya.
Jokowi pun akan mempertimbangkan pembekuan hubungan diplomatik dengan Brazil. "Ya kita lihat nanti," ujarnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih