30 December 2014

Live Update Pencarian AirAsia QZ8501 Hari Ketiga

Jakarta - Upaya pencarian pesawat AirAsia QZ8501 kini sudah membuahkan hasil. Memasuki hari ketiga, ada laporan temuan serpihan dan jenazah. 

Di hari kedua, sempat ada laporan temuan objek diduga puing dari pesawat pengintai Orion milik Australia. Tak hanya itu, tim pencari yang di pesawat Hercules menduga ada tumpahan minyak di perairan Tanjung Pandan. Namun dua laporan itu setelah dikroscek oleh tim TNI AL, dipastikan bukan dari QZ8501. Tumpahan minyak yang dilihat ternyata hanya kumpulan karang.

Kini, memasuki hari ketiga, tim pencari sudah menemukan jenazah dan serpihan pesawat yang disebut 95 persen berasal dari QZ8501.

detikcom akan melaporkan secara update dari waktu ke waktu mengenai proses pencarian pesawat berpenumpang 155 orang tersebut. Anda bisa memantaunya di halaman ini setiap harinya. 

Berikut beberapa peristiwa dan informasi yang terangkum di hari Selasa (30/12/2014):
 
Pukul 19.19 WIB



 
Pernyataan lengkap Presiden Jokowi di crisis center AirAsia QZ8501:

Bapak, Ibu dan saudara-saudara sebangsa dan setanah air, baru saja, dua jam, satu setengah jam lalu, saya dari lokasi dan Hercules TNI AU dan bisa melihat langsung agak mendekat, dan lokasinya sudah kita dapatkan dan tadi saya melihat ada tiga KRI yang berada di lokasi dan semuanya sekarang sore dan malam hari ini menuju pada lokasi sasaran.

Dan besok pagi, baik kapal maupun heli dari laut maupun udara akan dilakukan pencarian besar-besaran dan saya sudah memerintahkan kepada Basarnas untuk melanjutkan operasi gabungan, untuk mencari baik pesawatnya maupun penumpangnya, awak pesawatnya. Dan saya perintahkan fokus terlebih dahulu dalam rangka evaluasi penumpang dan awak pesawat.

Kedua, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi ke Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat, dan nelayan atas dukungan yang diberikan dalam rangka pencarian pesawat beserta penumpang dan awak. Terima kasih saya ucapkan juga negara ke sahabat yang telah juga ikut membantu dalam pencarian, dari Singapura, dari Malaysia, dari Austarlia. Dan untuk seluruh keluarga penumpang dan awak pesawat, sekali lagi saya turut merasakan kehilangan atas musibah ini. Kita semua berdoa agar seluruh keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.


Pukul 18.47 WIB

Selepas meninjau proses evakuasi pesawat AirAsia QZ8501, di Laut Jawa, 100 Mil dari Pangkalan Bun, Kalteng, Presiden Joko Widodo langsung menuju Surabaya, Jawa Timur. Jokowi menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban. Dia disambut oleh Tony Fernandes.
Pukul 17.40 WIB

Rumah Sakit Sultan Imanudin di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sudah diminta bersiap oleh tim Basarnas untuk mengantisipasi kemungkinan ditemukannya jenazah penumpang AirAsia QZ8501. Merespons hal ini, mereka menyiagakan 60 tenaga medis dan 24 ambulans.

Pukul 17.21 WIB

Hercules TNI AU kembali menemukan serpihan pesawat AirAsia QZ8501. Selain itu, ditemukan pula kargo yang dibawa pesawat tersebut.
Pukul 16.57 WIB

Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan, ada satu sinyal dari nomor salah satu penumpang yang terdeteksi. Hingga kini mereka masih menelusuri sinyal tersebut ke lokasi.
 
Pukul 16.28 WIB
Setelah menemukan satu sosok mayat diduga korban Pesawat AirAsia, Pesawat Hercules kembali menemukan visual jasad. Letak penemuan mayat ini tidak terlalu jauh dari lokasi pertama penemuan mayat. Sebagian jenazah ada yang bergandengan tangan.

Pukul 15.46 WIB

Badan SAR Nasional (Basarnas) sudah memastikan temuan serpihan dan mayat 95 persen dari AirAsia QZ8501. CEO AirAsia Tony Fernandes pun berduka.





Pukul 15.27 WIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berusaha menenangkan keluarga penumpang pesawat AirAsia. Dia juga sempat membantu membopong keluarga yang pingsan.

Pukul 15.15 WIB

Pihak AirAsia marah karena TVOne menayangkan jenazah korban tanpa sensor. Namun lewat presenternya, TVOne akhirnya meminta maaf.

Pukul 14.47 WIB

Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Soelistyo memberikan kepastian mengenai benda-benda mengapung yang ditemukan di lautan di dekat Selat Karimata merupakan bagian dari pesawat AirAsia QZ8501 yang sampai saat ini hilang.

Pukul 13.53 WIB

Serpihan-serpihan ditemukan di Selat Karimata oleh pesawat TNI AU dan pesawat Kalibrasi Kemenhub. Kemenhub memastikan bahwa serpihan-serpihan itu bagian dari pesawat. Mereka juga menemukan serpihan warna merah putih.
Pukul 13.30 WIB

Fotografer AFP Bay Ismoyo berhasil menjepret beberapa penampakan serpihan di Selat Karimata. Berikut penampakannya:
 

 
 

 
 
 
 
Pukul 12.30 WIB

Tim TNI Angkatan Udara (AU) melihat serpihan di sekitar Selat Karimata, selat yang memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Jumlahnya 10 sekitar 10 buah. Diduga itu dari pesawat AirAsia QZ8501. Kini, sedang ditelusuri oleh pihak Basarnas menggunakan helikopter.
 

 
Pukul 11.53 WIB

Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi dan Kapolda Brigjen Pol Gatot S menyebutkan ada nelayan yang menemukan serpihan di perairan Belinyu, Bangka Belitung. Panjangnya sekitar 2-4 meter dan berwarna merah putih. TNI mengirim helikopter untuk memeriksa temuan ini. Ini lokasinya.

Pukul 11.30 WIB

Hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 memicu pernyataan dari advokat travel. Mereka heran bagaimana bisa pesawat menghilang ketika ada banyak satelit dan monitor masyarakat yang memantau setiap pergerakan di udara.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih