Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengantongi tiga nama yang akan dia pilih sebagai wakilnya dalam memimpin Ibu Kota. Salah satunya adalah mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono (DH).
Namun, seperti diketahui saat ini Bambang tengah berurusan dengan Kejaksaan karena terseret kasus gratifikasi. Kini kasusnya ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Lalu bagaimana Ahok menyikapi hal ini.
"Ya kan saya cuma bilang, beberapa teman yang saya kenal baik yang menurut saya mampu, termasuk dia (Bambang DH)," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2014).
Ahok mengatakan, ia masih punya dua calon yang dianggap kompeten untuk mendampinginya. "(Ada) Yani sama Djarot. Tambah si Boy lagi dong, nanti kita lihat saja," tutur Ahok.
Yani atau Sarwo Handayani merupakan mantan Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup. Sementara Djarot Syaiful Hidayat merupakan mantan Wali Kota Blitar.
Penetapan Bambang DH sebagai tersangka kasus gratifikasi Rp 720 juta dilakukan usai memeriksa 33 pada tahun 2013 lalu. Kasus ini mencuat sejak 2007 dan menyeret sejumlah pejabat teras di Pemkot Surabaya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat berkonsultasi dengan Megawati Soekarnoputri terkait nama-nama cawagub. Ahok mengaku, Mega sudah seperti ibu kandungnya sendiri.
"Kita mesti ketemu berdua dong, Bu Mega kan kayak orangtua saya, kebetulan seumuran ibu saya. Nah, saya boleh dong, kayak mau menikah: mak, ini kira-kira calon istri saya nih, ibu suka enggak," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2014).
"Kalau ibu enggak suka, sebutin alasannya dong. Saya juga mau sebutin alasan saya apa. Nah, ini kan lebih enak, saya kan ngajukan pacar kan tiga," lanjutnya.
Saat bertemu Mega, Ahok mengaku menyodorkan tiga nama yaitu mantan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat, mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH, dan mantan Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani. Mega lantas menyerahkan kembali pada Ahok mana calon yang paling tepat.
Jawaban berbeda ketika Ahok ditanya kenapa tidak berkonsultasi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Padahal, bersama PDIP, Gerindra merupakan partai yang mengusung Ahok maju di Pilgub DKI 2012 lalu.
"Kan memang dari dulu enggak begitu dekat untuk ngobrol secara pribadi," ungkap Ahok.
Menurut Ahok, jika harus menemui Prabowo karena pernah berjasa membawanya menjadi wakil gubernur dulu, hal tersebut tak akan habis dibahas.
"Soal jasa kita bisa berdebat panjang. Waktu ngusulin saya, juga mereka usul Deddy Mizwar kok. Itu bisa jadi panjang," tuturnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih