JAKARTA, KOMPAS.com — Imam besar Masjid Istiqlal Ali Musthafa Ya'qub angkat bicara soal penolakan sejumlah kelompok masyarakat terhadap kepemimpinan Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama di DKI Jakarta.
Menurut Ali, naiknya Ahok sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI merupakan ketentuan undang-undang, seiring dengan mundurnya Gubernur Joko Widodo yang kini telah menjabat sebagai presiden.
"Jadi sekarang bukan masanya memilih. Kan masa memilih sudah lewat," kata Ali seusai acara peringatan tahun baru Hijriah, di Balaikota Jakarta, Rabu (29/10/2014).
Meski demikian, Ali tak mempermasalahkan adanya penolakan terhadap Ahok. Sebab, ia menganggap hal tersebut merupakan bagian dari kebebasan mengemukakan pendapat di negara demokrasi.
Hanya saja, kata dia, penolakan tersebut harus disampaikan dengan cara yang santun. "Kalau ada yang menolak itu sah-sahaja, tetapi jangan disampaikan melalui cara-cara anarkistis. Sampaikan aspirasi melalui jalur-jalur yang tersedia, bisa melalui parlemen dan demo yang tidak anarkistis," ucap Ali.
Sementara mengenai aksi unjuk rasa ormas penentang kepemimpinan Ahok beberapa waktu lalu yang berujung kericuhan, Ali menilai kejadian itu bisa dipicu oleh tiga kemungkinan.
Kemungkinan tersebut, kata Ali, yakni dilakukan langsung oleh anggota ormas yang bersangkutan, dilakukan oleh oknum aparat, dan dilakukan oleh penyusup dari luar.
"Jadi ini bisa dilakukan siapa saja. Saya tidak setuju kalau ada pernyataan aparat tidak mungkin keliru. Kalau memang dari aparat, silakan tindak. Jadi dalam menangani yang seperti itu harus obyektif," ujar Ali.
Imam besar Masjid Istiqlal, Ali Musthafa Ya'qub, mengatakan ada tiga hal yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan yang mengatasnamakan Islam.
Hal itu disampaikan Musthafa saat memberikan ceramah di hadapan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan ratusan ulama dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/10/2014).
Ali mengatakan, penyebab pertama adalah ketidakadilan. Penyebab ini, kata dia, banyak terjadi di wilayah konflik. Di tempat tersebut, umat Islam diperlakukan dengan tidak adil. "Tiga penyebab kekerasan itu, yang pertama ketidakdilan. Contoh paling nyata adalah seperti yang terjadi di Palestina," kata Musthafa.
Penyebab kedua, lanjut Musthafa, kekerasan atas nama Islam terjadi karena diciptakan oleh pihak lain dengan tujuan kepentingan tertentu.
Ia pun mencontohkan eksistensi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menurut mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton; dan mantan agen Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden; sengaja diciptakan oleh Amerika Serikat.
"Apabila pernyataan Snowden dan Hillary benar, maka penyebab terjadinya kekerasan atas nama Islam adalah karena sengaja dibikin oleh pihak tertentu," ucap Ali.
Sementara itu, penyebab ketiga adalah kekeliruan dalam memahami ajaran agama. Menurut Musthafa, manusia terlahir ke dunia menghadapi satu dari dua kemungkinan situasi, yakni situasi damai atau perang.
Oleh sebab itu, dia mengatakan, di dalam Al Quran ada ayat yang konteksnya terjadi dalam kondisi damai, dan ayat yang konteksnya terjadi dalam situasi perang.
Ali mengatakan, segelintir umat Islam yang saat ini gemar melakukan kekerasan diakibatkan kekeliruan dalam menafsirkan ayat. Orang-orang tersebut, kata dia, menggunakan ayat-ayat perang dalam situasi damai.
"Akibat kekeliruan segelintir orang Islam yang menggunakan ayat perang dalam situasi damai, maka terjadilah perilaku yang radikal, anarkisme, bahkan menjurus terorisme," ujar Musthafa.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih