30 October 2014

Jangan Lecehkan Presiden Jokowi dengan Rekayasa Gambar Tak Senonoh!

Jakarta - Seorang tukang tusuk sate berinisial MA ditangkap polisi lantaran menampilkan gambar rekayasa berwajah Presiden Joko Widodo dengan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya meminta kasus tersebut diproses.

"Presiden itu kan simbol negara. Itu tidak boleh dilakukan, tidak boleh dilecehkan seperti itu. Tentu kasus ini harus diproses," ujar Tantowi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2014).

Sementara itu proses pengusutan kasus pun harus dilakukan secara detail, harus diketahui apa motif dibalik itu. Jangan sampai kasus seperti ini diulang kembali baik oleh pelaku maupun orang lain.

"Meski pun pelaku sudah minta maaf, tetapi proses dilanjutkan dahulu. Tentunya pihak yang melapor pun meminta kasus tetap diproses walau pun sudah memberi maaf," imbuh Ketua DPP Golkar ini.

Menurut keterangan yang dihimpun, MA ditangkap pada Kamis, 23 Oktober 2014 lalu oleh Mabes Polri. Dia dilaporkan oleh tim kuasa hukum Jokowi-JK pada musim kampanye pilpres lalu. Polisi menyebut, pihaknya juga telah memintai keterangan Jokowi pada 10 Oktober 2014.

"Saya juga yakin kok kalau yang mengadukan proses ini bukan murni keinginan Pak Jokowi. Saya yakin Beliau tenang-tenang saja, tetapi ini kan menyangkut peraturan perundangan yang berlaku (UU ITE)," tutur Tantowi.

Jikalau yang dilakukan MA tak melampirkan konten pornografi, mungkin kasus tak akan sampai ke jalur hukum. Namun sesuai perundangan yang ada, maka ada sanksi yang harus diberlakukan.

MA memasang foto rekayasa yang mengandung unsur pornografi itu di akun Facebook-nya. Foto rekayasa itu menggambarkan sepasang pria-wanita yang beradegan seks doggy style. Wajah keduanya diganti dengan wajah Jokowi dan Megawati.

MA Menyesal Pasang Foto Rekayasa Jokowi yang Dikopi dari Internet


MA (Foto: Edo/detikcom)
Jakarta - Fachrul, perwakilan keluarga MA, menyebutkan, MA hanya meng-copy paste foto rekayasa Jokowi dan Megawati dari grup rival Jokowi di internet saat Pilpres lalu. MA yang berusia 24 tahun disebut hanyalah pemuda yang polos.

"Dia anaknya polos, dia itu nggak tahu apa-apa. Orang dia itu copas foto dari grup rival capres Jokowi," ujar Fachrul saat ditemui di rumah ibu MA, Mursidah, di Jl H Jum, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (29/10/2014).

MA lalu memasukkan foto rekayasa tidak senonoh tersebut di akun Facebook-nya. Foto rekayasa itu menggambarkan sepasang pria-wanita yang beradegan seks doggy style. Wajah keduanya diganti dengan wajah Jokowi dan Megawati.

Fachrul menegaskan, sebenarnya MA tidak tahu menahu soal komputer. "Sebenarnya dia enggak ngerti komputer," ujar Fachrul.

Mursidah, ibu MA, menceritakan saat menjenguk anaknya di tahanan Mabes Polri, MA mengatakan menyesal melakukan hal tersebut. MA juga mengaku iseng atas perbuatannya.

"Dia nggak tahu apa-apa. Dia cuma bercanda. Dia nyesel, dia iseng saja. Namanya juga anak muda," kata Mursidah sambil menangis sesenggukan.

Juli Karyadi (46) Ketua RW 1 RT 9, Jl H Jum, Ciracas, Jakarta Timur, tidak pernah mendengar MA sebagai anak yang nakal. MA memang suka bermain di warnet. 

"Informasinya begitu, suka main ke warnet. Sehari-hari kerja serabutan. Kadang jadi tukang angkat air galon, terakhir saya dengar sebagai karyawan warung sate," kata Juli.

MA ditangkap pada 23 Oktober lalu oleh polisi Mabes Polri. Dia dilaporkan oleh tim kuasa hukum Jokowi-JK pada musim kampanye pilpres lalu. Polisi menyebut, pihaknya juga telah memintai keterangan Jokowi pada 10 Oktober 2014

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih