04 September 2014

Rakyat Terkejut Presiden SBY Terkejut Jero Wacik Jadi Tersangka

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terkejut saat mendengar kabar ditetapkannya Menteri ESDM Jero Wacik sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden SBY saat ini masih berada di Singapura.
"Presiden telah mendengar informasi melalui media tentang status tersangka Pak Jero Wacik yang ditetapkan oleh KPK hari ini. Berita ini membuat Presiden terkejut," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dalam pesan singkat, Rabu (3/9/2014).
Julian menuturkan, saat ini Presiden belum mengetahui secara persis mengenai kasus yang menimpa Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu. Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat mengaku belum menerima keterangan tertulis.
"Karena pemberitahuan tertulis belum diterima, maka kami belum dapat memberikan pernyataan lebih jauh," ucap Julian.
Jero diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam bentuk pemerasan terkait dengan jabatannya sebagai menteri dalam kurun waktu 2011-2012. (Baca: Jero Wacik Disangka Memeras)
Setelah menjadi Menteri ESDM, Jero diduga mengupayakan perolehan dana operasional menteri yang lebih besar dari yang dianggarkan. Jero diduga meminta anak buahnya untuk melakukan beberapa hal agar dana operasional menteri di Kementerian ESDM bisa lebih besar.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kaget begitu mengetahui penetapan Menteri ESDM Jero Wacik sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Keterkejutan SBY itu dilatari karena selama ini ia tak pernah mendapat informasi bukti kuat soal keterlibatan Jero dalam kasus korupsi.
"Beliau (SBY) terkejut karena selama ini beliau mendapat laporan bahwa tidak ada arah kuat untuk Jero kemudian ditetapkan tersangka," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (4/9/2014).
Saat pengumuman tersangka oleh KPK, Rabu (3/9/2014), SBY tengah berada di Singapura.
Julian mengatakan, Presiden SBY akan mengikuti perkembangan kasus yang menjerat Jero. Dia menuturkan, pada saatnya, Jero akan menghadap Presiden.
"Saya belum tahu kapan," kata dia.
Saat ditanya apakah kemungkinan Presiden bertemu Jero pada malam nanti, Julian mengaku tidak tahu. (baca: Malam Ini, SBY Panggil Menteri-menteri ke Cikeas)
"Karena nanti malam itu soal internal Partai Demokrat," ujarnya.
Jero disangka melakukan pemerasan. Menurut KPK, nilai uang yang diduga diterima Jero sekitar Rp 9,9 miliar. Uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi Jero, termasuk pencitraan. Uang itu juga ada yang digunakan untuk pihak lain.
Setelah dilantik menjadi Menteri ESDM, menurut KPK, Jero meminta besaran dana operasional menteri (DOM) ditambah. Jero juga diduga memerintahkan anak buahnya untuk mengupayakan penambahan tersebut.
Salah satu cara yang diperintahkan untuk meningkatkan dana operasional menteri itu adalah dengan menggelar rapat-rapat yang sebagian besar merupakan rapat fiktif. Selain itu, ada juga cara berupa pengumpulan dana dari rekanan proyek di Kementerian ESDM.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih